DPOP Balikpapan, BALIKPAPAN - Untuk meningkatkan mutu produk, pelayanan dan pengelolaan usaha hotel, DPOP Balikpapan (DPOP) Balikpapan melaksanakan sertifikasi profesi Hotelier Balikpapan.
Pemerintah dalam hal ini, Kementerian Pariwisata telah menginstruksikan melalui Undang-Undang, Peraturan Pemerintah dan Peraturan Menteri Pariwisata bahwa setiap pengusaha Pariwisata wajib menerapkan Standar Usaha Pariwisata, dalam menjalankan usaha Pariwisata dan melakukan sertifikasi untuk bisa mendapatkan Sertifikasi Usaha Pariwisata.
Sekretaris DPOP Balikpapan, Abdul Majid mengatakan, kegiatan sertifikasi ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para pekerja di sektor pariwisata, ada yang dari restoran, hotel yang tujuan meningkatkan pelayanan.
“Karena ketika mereka memiliki ilmu pengetahuan tentang cara melayani yang baik pasti dampaknya pada tingkat kepuasan. Jika diberikan pelayanan yang baik pasti mereka akan puas dan menyampaikan ke orang lain tentang apa yang didapatkan," jelasnya kepada awak media, Jumat (8/7/2022).
Abdul Majid menyebutkan sebanyak 40 peserta yang mengikuti sertifikasi ini, dikarenakan kemampuan anggaran yang terbatas. Meskipun sebenarnya masih banyak peserta yang ingin mengikuti sertifikasi ini.
"Mungkin yang lain akan kita akomodir pada pelatihan profesi yang akan datang," ucapnya.
Pada kesempatan itu, Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Balikpapan Sahmal mengatakan, ini semua ada hubungannya dengan peningkatan kualitas pelayanan publik yang ada di PHRI kota Balikpapan.
Memang ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelayanan publik termasuk uji kompetensi, karena selama ini masih banyak hotel-hotel yang belum memenuhi standar kompetensi.
"Banyak hal-hal seperti pengurusan di perizinan menyangkut OSS, jika kita tidak bisa bersaing khawatir tenaga kerja luar masuk. Otomatis tanggung jawab kita lebih berat kedepannya karena adanya IKN, nantinya akan melayani tamu-tamu luar negeri, pejabat, maupun organisasi," terangnya.
Kriteria peserta uji kompetensi meliputi hotel bintang sehingga dapat bersaing mempertahankan nama baik pelayanan tamunya dari segala aspek departemen.
"Paling banyak housekeeping, front office karena mereka yang berhadapan langsung dengan publik. Kita itu ada hubungannya dengan pelayanan prima. Tamu itu adalah raja, jadi kita harus siap," pungkasnya.
(DPOP Balikpapan/Niken)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar