Berita Balikpapan Terkini

Tujuan Laporan Investigasi KNKT Cegah Kecelakaan Tidak Terulang Lagi  

lihat foto
KNKT menggelar media rilis Hasil Investigasi Kecelakaan Tabrakan Beruntun Truk Tronton di Simpang Muara Rapak, di Auditorium Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, Kamis (23/6/2022). Foto:BorneoFlash.com/Niken.
KNKT menggelar media rilis Hasil Investigasi Kecelakaan Tabrakan Beruntun Truk Tronton di Simpang Muara Rapak, di Auditorium Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, Kamis (23/6/2022). Foto:BorneoFlash.com/Niken.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan penyebab kecelakaan simpang Muara Rapak, melalui media rilis Hasil Investigasi Kecelakaan Tabrakan Beruntun Truk Tronton di Simpang Muara Rapak, di Auditorium Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, Kamis (23/6/2022).

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menyampaikan, satu-satunya tujuan dari laporan investigasi ini untuk pencegahan agar kecelakaan tidak terjadi lagi di kemudian hari. Tidak ada maksud lain. Bahkan, laporan ini tidak bisa dijadikan barang bukti dalam pengadilan.

"Laporan kami adalah rekomendasi untuk perbaikan, kalau masalah penyebabnya mungkin hal ini juga sejalan dengan apa yang disampaikan pihak kepolisian. Namun, yang paling penting dipahami oleh semua adalah bagaimana pencegahan yang kita lakukan," jelasnya.

Faktor penyebab terjadinya kecelakaan, salah satunya dikarenakan kelelahan dari pengemudi, sehingga masalah kelelahan ini bisa ditanggulangi ke depannya. Apalagi dengan antrian solar yang menambah kelelahan para pengemudi ini.

"Alhamdulillah, di Balikpapan sudah teratasi jauh lebih baik dari sebelumnya," ungkapnya.

Menurutnya, angkutan barang ini adalah pahlawan, apabila tidak ada para pengemudi angkutan maka perekonomian negara ini menjadi berhenti.


"Negara tergantung dari mereka. Peran mereka sangat penting. Bagaimana angkutan barang dan jasa ini kedepan bisa memiliki keselamatan yang baik dan bermanfaat bagi kita semua serta menghargai profesi mereka," serunya.

Pada kesempatan itu, Plt Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan LLAJ KNKT Ahmad Wildan memaparkan penyebab terjadinya kecelakaan beruntun tersebut.

Wildan mengatakan, simpang Muara Rapak merupakan jalanan dengan geometrik menurun yang dikenal kerap memakan korban, akibat tingginya angka kecelakaan lalu lintas dalam beberapa tahun terakhir. Tercatat sebanyak 13 kasus kejadian di lokasi tersebut dalam rentang waktu tahun 2009-2022.

Kecelakaan terbaru terjadi pada tanggal 21 Januari 2022 sekitar pukul 05.30 WIB yang dialami oleh satu unit mobil truk dengan nomor polisi KT 8534 AJ. Akibat dari kecelakaan ini sebanyak empat korban jiwa meninggal dunia dan 14 orang luka-luka.

Berdasarkan temuan yang didapat dari hasil investigasi dan analisis yang telah KNKT lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya kecelakaan yaitu penggunaan gigi tinggi pada jalan menurun yang memaksa pengemudi melakukan pengereman berulang kali.

Hal inilah, lanjut Wildan beresiko menurunkan tekanan angin pada tabung angin rem. Selain itu, kondisi kendaraan di mana celah antara kampas dengan tromol di atas ambang batas yang ditetapkan. Pada saat memasuki Simpang Muara Rapak, tekanan angin pada tabung angin rem hanya sisa 5 bar.


Inilah yang menyebabkan pengemudi tidak mampu melakukan pengereman kendaraan sehingga kecelakaan itu terjadi.

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Muhaimin Mewakili Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas'ud menyampaikan, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan merespon kejadian ini dengan mengeluarkan

Surat Edaran Walikota, yang pada intinya lebih memperketat waktu edar kendaraan bertonase berat di jalan-jalan kota.

"Perlunya sinergi dan kolaborasi yang lebih kuat dari seluruh instansi terkait, agar ditemukan solusi yang lebih efektif untuk jangka panjang," ucapnya.

Pemkot Balikpapan berharap hasil temuan KNKT ini dapat menjadi pelajaran dan bahan evaluasi Pemerintah, instansi dan stakeholder terkait, agar dapat menggunakan kewenangan dan mengambil langkah-langkah pembenahan, sehingga musibah tidak terulang di kemudian hari.

Simpang Muara Rapak merupakan salah satu titik strategis bagi aktivitas masyarakat di Kota Balikpapan, dan menjadi titik pertemuan dari lima jalur yang mengarah ke jalan utama di Kota Balikpapan.

(BorneoFlash.com/Niken)
Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar