Sementara itu Direktur Event Nasional dan Internasional Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Dra Dessy Ruhati, MM. Par menyampaikan, perempuan Bangsa Indonesia merupakan tonggak dari kesuksesan Bangsa dan Negara.
Ia pun menuturkan, ekonomi kreatif menjadi salah satu sendi yang paling penting dalam kebangkitan ekonomi Indonesia.
Dalam ekonomi industri kreatif perempuan menjadi pemeran utama, dengan persentase 53,68 persen dan sub sektor yang paling dominasi fashion, kuliner dan kriya.
"Fashion, Kuliner dan Kriya menjadi sektor yang paling digemari oleh perempuan dan partisipasi setiap tahun semakin meningkat," serunya.
Meskipun, perempuan sibuk sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT) dan pekerja tetapi tetap berkarya. Untuk bisa berkembang dan bertahan dalam situasi Pandemi Covid ini diharapkan dapat menerapkan tiga pilar dalam strategi pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif yaitu adaptasi, inovasi dan kolaborasi.
"Perempuan hebat masa kini perlu membekali diri dengan kemampuan digital, membangun jejaring," ucapnya.
Bimbingan teknis diikuti diantaranya oleh perwakilan dari Ibu-ibu pengajian Al-Hidayah, Pelaku UMKM, Pegiat Pariwisata, Mahasiswa, Guru, Wirausaha Muda, Dokter Muda, Pelaku Ekraf dengan narasumber dr Rina Jueita sebagai praktisi dan Plt Dinas Pariwisata, Olahraga Kebudayaan Pariwisata Balikpapan Agus Budi Prasetyo dan Staf Ahli Bagian Perekonomian dan Pembangunan Sekda Balikpapan Doortje Marpaung.
(BorneoFlash.com/Niken)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar