BorneoFlash.com, SENDAWAR - Dalam rangka memperingati satu abad Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), sebanyak 100 anggota PSHT Kutai Barat mengikuti kegiatan donor darah di RSUD HIS Sendawar pada Senin (28/2/2022).
Ketua PSHT Kutai Barat, Mas Agus Sumarno mengatakan kegiatan bhakti sosial dini dilaksanakan serentak di seluruh perguruan PSHT yang tersebar di Indonesia, termasuk di Kutai Barat.
"Ini diikuti perguruan kami dari PSHT sendiri, dari PSH Winogo, dari perguruan kera sakti dan semua yang berada di bawah IPSI, termasuk dari Polres, Kodim 0912, termasuk dari instansi lain untuk ikut memenuhi target Indonesia 10.000 kantong darah,"katanya.
Dia menjelaskan, kegiatan bhakti sosial donor darah ini juga merupakan implementasi dari ajaran Sesepuh PSHT, Mamayu Hayuning Bawana dalam membantu sesama.
"Setiap tetes darah yang kita berikan, semoga dapat bermanfaat untuk kemanusiaan, seperti itu. Jadi mudah-mudahan kegiatan ini sukses, tidak ada kendala, tidak ada halangan satu apapun,"jelasnya
Mas Agus juga menyebutkan, Donor Darah ini merupakan rangkaian satu abad PSHT yang nanti puncaknya di awal bulan September 2022 mendatang.
"Jadi setelah kegiatan donor darah ini, nanti akan ada kegiatan penanaman pohon serentak oleh PSHT se-Indonesia juga,"tambahnya.
Untuk diketahui saat ini, jumlah Warga PSHT yang tersebar di Ranting, baik Kutai Barat maupun Mahakam Ulu saat ini kurang lebih sebanyak 500 orang.
Dari jumlah tersebut, tercatat yang mengikuti kegiatan Donor Darah dalam rangka satu abad PSHT di Kutai Barat sebanyak 100 orang.
Termasuk sejumlah warga PSHT yang tidak bisa donor karena alasan kesehatan, dan baru di mengikuti vaksinasi covid-19.
PSHT adalah salah satu organisasi pencak silat yang tergabung dalam Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).
Hingga sekarang ini PSHT sudah mempunyai anggota pesilat sekitar 7 juta di seluruh indonesia dan mempunyai cabang di 236 kabupaten atau kota di Indonesia.
Selai itu, PSHT juga mempunyai 10 komisariat di perguruan tinggi dan 10 komisariat di luar negeri, seperti Malaysia, Belanda, Rusia (Moskow). Timor Leste, Hongkong, Korea Selatan, Jepang, Belgia dan Prancis.
Dalam sejarah PSHT, Pusat pendidikan pencak silat Setia Hati terate pertama kali didirikan oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo setelah mendapat restu dari Ki Ageng Ngabehi Soerodiwirjo pada tahun 1922.
(BorneoFlash.com/Lis)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar