Berita Kaltim Terkini

Mendagri Tito Karnavian Meminta Pendapat Rencana Pembentukan Provinsi IKN Nusantara 

zoom-inlihat foto
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat melakukan press conference di Kantor Pemkot Balikpapan, Kamis (17/2/2022). Foto: BorneoFlash.com/Niken.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat melakukan press conference di Kantor Pemkot Balikpapan, Kamis (17/2/2022). Foto: BorneoFlash.com/Niken.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Pertemuan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dengan Gubernur Kaltim, Bupati, Walikota dan DPRD seluruh Kalimantan Timur (Kaltim) untuk meminta masukan dan pendapat terkait rencana pembentukan Provinsi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Dalam pertemuan tersebut Gubernur Kaltim Isran Noor bersama Ketua DPRD Kaltim Makmur HPK, Plt Bupati PPU Hamdam, Wali Kota Balikpapan Rahmad Masud, Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah, Bupati Paser dr Fahmi Fadli, dan Wali Kota Samarinda Andi Harun di Aula Kantor Wali Kota Balikpapan, Kamis (17/2/2022).

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan, usai mengunjungi IKN, dirinya bertahan di Balikpapan karena ada satu tugas yang harus diselesaikan yakni berkomunikasi dengan pemerintah provinsi, Kabupaten dan Kota dan sekaligus DPRD di Kaltim.

Tito mengatakan, pertemuan ini dalam rangka mempersiapkan Peraturan Pemerintah (PP) sebagai turunan dari Undang-Undang (UU) IKN yang baru saja disahkan DPR RI pada 18 Januari 2022.

“PP ini salah satunya mengatur kewenangan IKN ini karena statusnya yang khusus, yang berbentuk provinsi dengan ke kekhususan di pimpin seorang Kepala Kawasan Otorita setingkat Menteri yang memiliki kewenangan yang luas," ujarnya.

Kepala Kawasan Otorita IKN ditunjuk langsung oleh Presiden Jokowi yang memiliki tugas mempercepat pembangunan infrastruktur IKN dan mengoperasionalkan pemerintahan.

Dalam pertemuan tersebut, ia menyampaikan hal-hal yang akan dilakukan pemerintah ke depan dalam pembangunan IKN, termasuk menyampaikan isi PP sebagai turunan dari UU IKN tersebut.


“Kami juga meminta beberapa masukan, dan memang ada beberapa masukan. Namun kami liat terutama sekali adalah dukungan yang kuat dari pimpinan daerah baik Gubernur, Ketua DPRD dan Bupati Wali Kota Se Kaltim, untuk percepatan pembangunan IKN ini," serunya.

Selama proses persiapan, pembangunan dan transisi menuju IKN sampai operasionalisasi, Kota Balikpapan sebagai pintu gerbangnya yang akan didukung dengan Kota Samarinda.

Sebagai pintu gerbang sudah barang tentu banyak peluang yang perlu ditangkap termasuk investasi, sehingga daerah-daerah sekitar IKN membuat grand design.

Seperti di wilayah Penajam Paser Utara (PPU) ingin membangun yang akan mengundang banyak investor ke sana. Meskipun, Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) akan mensuport tetapi lebih dulu membuat market yang bisa membangun.

"Konservasi teluk Balikpapan juga akan diperhatikan, karena Bapak Presiden ingin IKN jadi model kota lain ramah lingkungan. 20 persen gedung dan 80 persen wilayahnya daerah hijau,” ungkapnya.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Foto: BorneoFlash.com/Niken.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Foto: BorneoFlash.com/Niken.

Selain itu juga, rata-rata daerah sekitar ingin agar saat pembangun IKN, daerah sekitar dibantu juga supaya pembangunan merata.

Tito menyampaikan dan menyuarakan agar bisa menarik investor masuk ke dalam. Tentunya, mengupayakan PP segera selesai dan sering melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah.

(BorneoFlash.com/Niken)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar