Berita Perumda Manuntung

Perumda Manuntung Sukses Perlu Modal Besar Untuk Kembangkan Sembilan Unit Bisnis  

lihat foto
Perumda Manuntung Sukses Balikpapan. Foto: BorneoFlash.com/DOK.
Perumda Manuntung Sukses Balikpapan. Foto: BorneoFlash.com/DOK.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Tepat pada tanggal 14/12/2021 Lalu, Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas'ud melantik Direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Manuntung Sukses Balikpapan di Aula Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan.

Direksi yang baru saja terpilih mendapatkan mandat untuk mengembangkan sembilan unit bisnis sesuai dengan Perda Nomor 14 tahun 2018 tentang Perumda Manuntung Sukses, akan tetapi masih kekurangan modal.

"Sembilan unit bisnis ini meliputi pelabuhan, pergudangan, air, perdagangan, properti, pasar, parkir, tenaga kerja dan advertising,” jelas Dirut Perumda Manuntung Sukses Andi Sangkuru, Rabu (16/2/2022).

Oleh karenanya, jajaran direksi harus bekerja keras untuk bisa bergerak cepat dalam mengembangkan usaha. Walaupun, harus mendapatkan modal usaha yang cukup besar. Selain harus melakukan pembenahan kedalam.

Sementara itu, untuk mengajukan penyertaan modal ke Pemkot Balikpapan ternyata tidak mudah, harus membutuhkan waktu yang panjang. Apalagi modal yang dibutuhkan tidak sedikit, mencapai ratusan miliar.

Saat ini pihaknya masih mempelajari prosedur untuk pengajuan penyertaan modal. Pasalnya, penyertaan modal paling cepat dalam kurun waktu tiga tahun.

Sehingga, saat ini jajaran direksi sudah membuat proyeksi modal yang dibutuhkan untuk mengerjakan unit bisnis yang ada.


"Sudah diajukan paling cepat disetujui mungkin dua tahun, totalnya saya gak konfirm, karena harus bikin perda penyertaan modal (termasuk) harus ada kajian analisa," paparnya.

Sangkuru memberikan contoh, dalam mengelola unit bisnis pelabuhan membutuhkan modal sekitar Rp 150 an miliar. Sedangkan properti untuk lahan seluas satu hektar membutuhkan minimal Rp 50 miliar.

"Tapi pelan-pelan kami lakukan. Tahun pertama pembebasan lahan, konstruksi, perizinan, baru bisa dapat uang," terangnya.

Ia menyampaikan sambil menunggu proses unit bisnis berjalan, pihaknya telah merencanakan program usaha yakni general trading atau jual-beli.

Diharapkan bisa memberikan pemasukan bulanan. Perdagangan umum dianggap cepat revenue dan mengurangi beban pengeluaran.

"Kalau kami berfokus disini (9 unit bisnis) mungkin sampai tiga tahun ke depan tidak ada pemasukan," pungkasnya.

(BorneoFlash.com/Niken)
Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar