BorneoFlash.com, SENDAWAR - Sebanyak 41 siswa -siswi SMP Negeri 1 Sendawar, Kutai Barat dilakukan pengambilan sampel Covid-19 melalui swab test antigen oleh tim gugus tugas Dinas Kesehatan Kutai Barat.
Dalam pemeriksaan yang berlangsung pada Selasa pagi (15/2/2022) itu, satu siswa dinyatakan positif terkonfirmasi Covid-19.
" Tadi kita mengambil sampelnya itu ada 36 untuk siswa-siswinya dan untuk gurunya ada lima orang. Jadi semua sampel itu jumlahnya yang kita ambil sebanyak 41 sampel.
Dari sampel tersebut kita dapatkan salah satu siswa yang positif," kata Yustina selaku Staf Puskesmas Barong Tongkok yang juga sebagai penanggung jawab kegiatan pengambilan sampel Covid-19 di SMP Negeri 1 Sendawar.
Dia menjelaskan, siswa yang positif Covid-19 itu saat ini tidak memiliki gejala atau keluhan kesehatan, dan baru pulang melakukan perjalanan dari luar daerah beberapa waktu lalu bersama keluarganya.
Selanjutnya, siswa yang positif tersebut nantinya akan melakukan isolasi mandiri bersama keluarganya di rumah.
" Yang positif ini kita isolasi mandiri di rumah karena sudah ditanya tadi tidak ada gejala dan dia juga habis melakukan perjalanan dari luar daerah,"jelasnya.
Petugas juga akan melakukan tracking Covid-19 kepada keluarga siswa dan teman-teman satu kelas dari siswa tersebut.
" Nanti kan kita tracking lagi untuk orang tua dan adik-adiknya. Untuk sekolah ini kita jadwalkan nanti berikutnya di hari Selasa depan kita jadwalkan ulang untuk tracking satu kelasnya,
nanti guru beserta teman sekelasnya isolasi mandiri dulu selama lima hari setelah itu kita swab ulang. Pelaksanaan isolasinya terhitung dari hari ini dan teman-teman satu kelasnya tidak di sekolahan dulu sementara," ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Sendawar, Giano mengatakan pihaknya akan menunggu kebijakan dari tin gugus tugas Covid-19 serta berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Barat terkait kelanjutan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka (PTM) di Sekolah.
" Karena ini baru ketahuan hari ini, jadi kami akan berkoordinasi dengan dewan guru dan juga Dinas Pendidikan karena dari hasilnya ada satu siswa kami yang dinyatakan positif terkonfirmasi Covid-19.
Untuk kedepannya kami berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan kalau memang ini nanti masih ada yang positif lagi ya mau nda mau pelaksanaan PTM akan direvisi jadi PTM akan dihentikan sementara," ungkapnya.
(BorneoFlash.com/Lis)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar