Disdikbud kutai Barat

Kasus Covid-19 di Kubar Meroket, PTM di Sekolah Akan Dievaluasi 

lihat foto
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Barat, Silvanus Ngampun membeberkan rencana evaluasi PTM di Sekolah-sekolah yang ada di Kubar seiring terjadinya  peningkatan kembali kasus Covid-19. Foto : BorneoFlash.com/Lilis Suryani.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Barat, Silvanus Ngampun membeberkan rencana evaluasi PTM di Sekolah-sekolah yang ada di Kubar seiring terjadinya  peningkatan kembali kasus Covid-19. Foto : BorneoFlash.com/Lilis Suryani.

BorneoFlash.com, SENDAWAR - Kasus penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Kutai Barat, (Kubar) akhir-akhir ini mengalami peningkatan yang cukup drastis.

Bahkan saat ini Kutai Barat sudah kembali lagi menyandang status zona merah penyebaran Covid-19. Pemerintah Kabupaten Kutai Barat pun berencana melakukan evaluasi kegiatan masyarakat termasuk kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Barat, Silvanus Ngampun mengatakan pihaknya dalam waktu dekat segera melakukan rapat pembahasan dengan tim gugus tugas terkait evaluasi pelaksanaan PTM terbatas di sekolah-sekolah yang ada di Kutai Barat.

" Dengan kondisi sekarang ini, mungkin kita tetap menjalankan PTM terbatas dan kita juga minta teman-teman pengawas untuk memonitor di sekolah-sekolah apakah kita evaluasi atau tidak," ungkapnya, Senin (14/2/2022).

Lebih lanjut dia meminta tim pengawas dan satgas Covid-19 untuk melakukan pemantauan kegiatan pelaksanaan PTM di Sekolah serta kembali memperkatat penerapan protokol kesehatan covid-19.

Seperti kewajiban memakai masker dan mencuci tangan seluruh siswa dan guru, serta pengaturan jarak bangku sekolah dan jumlah siswa di satu kelas.

" Terutamanya penerapan protokol kesehatan covid-19," ucapnya.


Namun demikian, Silvanus Ngampun menegaskan saat ini di Kutai Barat belum ada laporan guru atau siswa yang dinyatakan positif Covid-19 selama pelaksanaan PTM di Sekolah.

" Sampai sekarang belum ada laporan ada siswa yang terpapar atau guru yang terpapar, tetapi kita berharap mudah-mudahan tidak ada yang terkonfirmasi. Melihat kondisi ini kota harus hati-hati juga apalagi sudah ada lagi kasus Omicron sebentar," ujarnya.

Untuk mengantisipasi adanya guru atau siswa yang terpapar Covid-19, pihaknya meminta tim gugus tugas untuk melakukan pemeriksaan secara acak di sekolah-sekolah yang melaksanakan PTM di Kutai Barat.

" Saya bersurat ke Dinkes untuk melakukan penyuluhan pencegahan covid-19 di sekolah. Upaya untuk memeriksa secara acak juga itu menjadi upaya yang paling penting untuk mendeteksi penyebaran Covid-19 supaya tidak meluas," pungkasnya.

Untuk diketahui, saat ini jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayah Kabupaten Kutai Barat sudah mencapai 44 kasus, 42 diantaranya melakukan karantina mandiri, dan dua lagi melakukan karantina di RSUD Harapan Insan Sendawar (HIS) Kutai Barat.

(BorneoFlash.com/Lis)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar