BorneoFlash.com, SAMARINDA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur (Kaltim) mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) meskipun musim kemarau tahun ini diperkirakan datang lebih lambat dari prediksi awal.
Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, menjelaskan pergeseran musim kemarau terjadi berdasarkan perkembangan kondisi cuaca yang terus dipantau.
Jika sebelumnya musim kering diperkirakan mulai berlangsung pada awal hingga pertengahan Juni, kini kemarau diprediksi baru terjadi pada akhir Juni dan dapat berlangsung hingga September, bahkan berpotensi berlanjut sampai November.
“Musim kering tahun ini mengalami sedikit pergeseran. Awalnya diperkirakan mulai awal Juni, tetapi berdasarkan perkembangan cuaca saat ini kemungkinan berlangsung mulai akhir Juni hingga September dan berpotensi berlanjut sampai November,” ujarnya, pada Sabtu (25/7/2026).
Menurut Buyung, meskipun suhu udara mulai meningkat di sejumlah wilayah Kalimantan Timur, curah hujan masih terjadi secara sporadis. Kondisi tersebut dinilai cukup membantu menekan risiko kebakaran yang lebih luas.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar