Pemprov Kaltim

Kemarau Bergeser, BPBD Kaltim Tetap Waspadai Ancaman Karhutla

lihat foto
Kepala Pelaksana BPBD Kalimantan Timur, Buyung Dodi Gunawan. Foto: BorneoFlash.com/Nur Ainunnisa
Kepala Pelaksana BPBD Kalimantan Timur, Buyung Dodi Gunawan. Foto: BorneoFlash.com/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur (Kaltim) mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) meskipun musim kemarau tahun ini diperkirakan datang lebih lambat dari prediksi awal.

Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, menjelaskan pergeseran musim kemarau terjadi berdasarkan perkembangan kondisi cuaca yang terus dipantau. 

Jika sebelumnya musim kering diperkirakan mulai berlangsung pada awal hingga pertengahan Juni, kini kemarau diprediksi baru terjadi pada akhir Juni dan dapat berlangsung hingga September, bahkan berpotensi berlanjut sampai November.

“Musim kering tahun ini mengalami sedikit pergeseran. Awalnya diperkirakan mulai awal Juni, tetapi berdasarkan perkembangan cuaca saat ini kemungkinan berlangsung mulai akhir Juni hingga September dan berpotensi berlanjut sampai November,” ujarnya, pada Sabtu (25/7/2026).

Menurut Buyung, meskipun suhu udara mulai meningkat di sejumlah wilayah Kalimantan Timur, curah hujan masih terjadi secara sporadis. Kondisi tersebut dinilai cukup membantu menekan risiko kebakaran yang lebih luas.


“Syukurnya hujan masih turun di beberapa daerah. Kondisi ini cukup membantu sehingga kejadian kebakaran yang terjadi tidak sebesar apabila kemarau berlangsung secara penuh,” katanya.

Meski demikian, BPBD Kaltim mencatat laporan kebakaran hutan dan lahan masih terus muncul hampir setiap hari dari berbagai kabupaten dan kota. Namun hingga saat ini sebagian besar kejadian masih tergolong dalam skala kecil dan dapat ditangani dengan cepat.

“Hampir setiap hari kami menerima laporan adanya titik kebakaran di beberapa daerah. Namun untuk laporan terakhir, luasan lahan yang terbakar rata-rata masih di bawah lima hektare,” jelasnya.

BPBD Kaltim terus melakukan pemantauan perkembangan cuaca serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna mengantisipasi kemungkinan meningkatnya kejadian Karhutla pada puncak musim kemarau.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani lebih cepat,” tambah Buyung.

Melalui langkah pencegahan dan kesiapsiagaan yang terus diperkuat, BPBD berharap risiko kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Timur dapat diminimalkan selama musim kemarau berlangsung. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar