BorneoFlash.com, SAMARINDA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur (Kaltim) meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi risiko gangguan pernapasan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sebanyak 20 puskesmas yang tersebar di 10 kabupaten/kota disiapkan sebagai Rumah Oksigen untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapan menghadapi dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat.
“Kedaruratan ISPA ini adalah imbas kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla),” kata Jaya, pada Selasa (8/9/2026).
Untuk menunjang operasional Rumah Oksigen, Dinkes Kaltim juga merencanakan penguatan cadangan oksigen di sejumlah fasilitas kesehatan.
Kebutuhan yang dipersiapkan terdiri atas 128 tabung oksigen portabel berkapasitas satu meter kubik, 64 tabung oksigen berkapasitas enam meter kubik, serta 197 set regulator dan selang pernapasan atau nasal cannula.
Penguatan logistik tersebut ditujukan untuk memastikan fasilitas kesehatan memiliki dukungan oksigen apabila terjadi peningkatan pasien dengan keluhan atau gangguan pernapasan.
Dinkes Kaltim telah memetakan sejumlah daerah yang menjadi prioritas dalam penyiagaan Rumah Oksigen.
Di Kabupaten Berau, fasilitas tersebut diprioritaskan di Sambaliung dan Pulau Derawan. Sementara di Kabupaten Kutai Timur mencakup Sangkulirang dan Muara Wahau.
Kemudian di Kabupaten Kutai Kartanegara, lokasi prioritas berada di Muara Badak dan Sanga-Sanga.
“Titik prioritas utama penyiagaan Rumah Oksigen ini mencakup wilayah Sambaliung dan Pulau Derawan di Kabupaten Berau, Sangkulirang dan Muara Wahau di Kabupaten Kutai Timur, serta Muara Badak dan Sanga-Sanga di Kabupaten Kutai Kartanegara,” jelas Jaya.
Kewaspadaan Dinkes Kaltim juga dipengaruhi perkembangan kasus ISPA yang kembali menunjukkan peningkatan.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar