Perjalanan Kampung Bungas dimulai pada 2019 ketika warga RT 69 menggelar rapat sederhana untuk membahas masa depan lingkungan mereka.
Semangat gotong royong tersebut terus tumbuh. Saat pandemi Covid-19 melanda pada 2020, warga membentuk tim kreatif yang aktif melakukan penyemprotan desinfektan dan membantu masyarakat sekitar.
Pada tahun berikutnya, kegiatan kebersihan lingkungan terus berlanjut hingga akhirnya pada 25 Desember 2022 lahir nama Kampung Bungas yang merupakan akronim dari buah, bunga, dan sayuran.
Nama itu dipilih setelah melalui berbagai diskusi panjang yang melibatkan masyarakat dari empat RT yang kemudian berkembang menjadi lima RT.
Sejak saat itu, pembangunan Kampung Bungas dilakukan secara bertahap melalui roadmap yang telah disusun bersama.
Suwanto menegaskan, sejak awal Kampung Bungas tidak pernah dibangun untuk mengejar penghargaan atau lomba.
"Kami membangun kampung ini bukan untuk lomba. Kami membangun supaya masyarakat merasa nyaman tinggal di sini. Kalau kampung sudah nyaman dihuni, maka indikator lomba akan mengikuti dengan sendirinya," tegasnya.

Salah satu tonggak penting pembangunan kawasan tersebut adalah hadirnya kebun hidroponik pertama pada 2019 yang menjadi contoh nyata bagi warga bahwa keterbatasan lahan bukan penghalang untuk menghasilkan pangan.
Dari satu instalasi hidroponik sederhana, kini Kampung Bungas berkembang menjadi kawasan urban farming yang memanfaatkan pekarangan rumah, lorong kampung, hingga lahan-lahan sempit untuk budidaya tanaman pangan.
Berbagai dukungan dari pemerintah daerah, dinas terkait, PKK, hingga dunia usaha melalui program CSR turut mempercepat perkembangan kawasan tersebut.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar