DPRD Kota Samarinda

DPRD Samarinda Waspadai Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Harga Pangan

lihat foto
Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Joha Fajal. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Joha Fajal. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berpotensi memicu kenaikan harga bahan pokok di Samarinda. DPRD Kota Samarinda menilai kondisi tersebut tidak terlepas dari tingginya ketergantungan daerah terhadap pasokan pangan dari luar Kalimantan Timur.

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Joha Fajal, mengatakan dampak pelemahan rupiah tidak dirasakan secara langsung pada harga barang, melainkan melalui kenaikan biaya energi dan bahan bakar yang memengaruhi ongkos distribusi.

"Kalau dari sisi logika itu karena BBM, karena belanjanya kita tidak menggunakan dolar, tapi karena pengaruhnya dolar itu kaitannya dengan minyak," ujarnya, pada Sabtu (13/6/2026).

Menurut Joha, sebagian besar kebutuhan pangan masyarakat Samarinda masih didatangkan dari luar daerah. Proses distribusi yang panjang, mulai dari pengangkutan laut hingga distribusi darat, membuat harga barang sangat bergantung pada biaya logistik dan bahan bakar.

Kondisi tersebut menyebabkan setiap kenaikan ongkos transportasi hampir selalu berujung pada peningkatan harga di tingkat konsumen. Karena itu, gejolak nilai tukar rupiah dinilai dapat memberi efek berantai terhadap harga kebutuhan pokok.

"Dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS otomatis akan berpengaruh ke harga," katanya.

Joha menilai penguatan sektor pangan lokal menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar daerah. Dengan rantai distribusi yang lebih pendek, risiko kenaikan harga akibat faktor eksternal dapat ditekan.

Ia menambahkan, selama kebutuhan pokok masih mengandalkan pasokan dari luar daerah, stabilitas harga akan terus dipengaruhi kondisi distribusi dan biaya logistik yang fluktuatif.

"Seandainya bahan pokok itu tidak memerlukan transportasi, mungkin harganya tidak akan naik," pungkasnya. (*/advdprdsamarinda)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar