Berita Samarinda Terkini

X-Ray Belum Terpasang, Sabu Puluhan Kilogram Kembali Lolos dari Pelabuhan Samarinda

lihat foto
Polda Sulsel dan Polres Parepare bersama Polsek KPN saat menggelar konferensi pers dan memperlihatkan barang bukti sabu-sabu seberat 40,4 kilogram. Foto: HO/Polres Parepare
Polda Sulsel dan Polres Parepare bersama Polsek KPN saat menggelar konferensi pers dan memperlihatkan barang bukti sabu-sabu seberat 40,4 kilogram. Foto: HO/Polres Parepare

BorneoFlash.com, SAMARINDA – Kembali terungkapnya penyelundupan narkotika dalam jumlah besar yang berangkat dari Pelabuhan Samarinda memicu sorotan terhadap sistem pengawasan di kawasan pelabuhan. 

Meski berbagai langkah penguatan pengamanan telah dibahas sejak tahun lalu, fasilitas pemeriksaan modern berupa mesin X-ray hingga kini belum juga tersedia.

Kasus terbaru mencuat setelah aparat di Parepare berhasil menggagalkan peredaran 40,4 kilogram sabu-sabu serta 157 cartridge yang mengandung etomidate.

Barang terlarang tersebut diketahui dikirim menggunakan KM Prince Soya yang bertolak dari Pelabuhan Samarinda.

Peristiwa itu kembali mengingatkan publik pada kasus serupa yang terjadi pada 2025. Saat itu, puluhan kilogram sabu-sabu juga diketahui lolos dari pelabuhan yang sama sebelum akhirnya berhasil diungkap aparat penegak hukum di Parepare. 

Pascakejadian tersebut, sejumlah instansi terkait sempat membentuk Satgas Terpadu dan membahas pengadaan mesin X-ray guna memperketat pengawasan arus barang maupun penumpang.

General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Samarinda, Capt. Suparman, menjelaskan bahwa peran Pelindo lebih berfokus pada pengelolaan fasilitas terminal penumpang dan layanan operasional pelabuhan

Menurutnya, pemeriksaan barang bawaan maupun muatan kapal merupakan kewenangan instansi lain yang bertugas dalam aspek pengawasan dan penegakan hukum.

“Kalau kami di Pelindo kegiatannya lebih difokuskan pada kesiapan terminal penumpang dan pemeriksaan tiket penumpang yang akan naik ke kapal agar sesuai dengan manifest,” ujarnya saat dikonfirmasi, pada Jumat (12/6/2026).


Suparman mengungkapkan bahwa usulan pengadaan mesin X-ray sebenarnya sudah diajukan sebagai tindak lanjut hasil koordinasi lintas instansi.

Namun, realisasinya masih memerlukan waktu karena harus mempertimbangkan berbagai kebutuhan pendukung, mulai dari anggaran hingga kesiapan infrastruktur.

“Nah, mesin X-ray itu sudah kita ajukan. Kalau kita cek realisasinya kemungkinan di tahun depan karena membutuhkan biaya, sumber daya manusia, serta kesiapan listrik dan fasilitas pendukung lainnya,” katanya.

Ia menambahkan, alat pemindai yang akan digunakan di pelabuhan memiliki spesifikasi berbeda dengan mesin X-ray di bandara. Peralatan tersebut harus mampu memeriksa barang dalam volume dan kapasitas yang jauh lebih besar sehingga membutuhkan dukungan teknis yang lebih kompleks.

Terkait perkembangan Satgas Terpadu yang dibentuk untuk memperkuat pengawasan pascakasus sebelumnya, Suparman mengaku tidak mengikuti seluruh proses yang berjalan.

Menurutnya, fokus Pelindo saat ini lebih kepada mendukung penyediaan sarana pemeriksaan melalui pengadaan mesin X-ray.

“Kalau saya tidak tahu secara keseluruhan, tapi untuk Pelindo sendiri arahnya menyiapkan pengadaan mesin X-ray,” ungkapnya.

Hingga saat ini, pemeriksaan barang di Pelabuhan Samarinda masih dilakukan secara manual oleh instansi yang memiliki kewenangan. 

Kondisi tersebut memunculkan kembali pertanyaan publik mengenai efektivitas pengawasan yang diterapkan, terutama setelah kasus penyelundupan narkotika dalam jumlah besar kembali terungkap melalui jalur pelayaran dari Samarinda. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar