Berita Samarinda Terkini

Demi Keselamatan Pengendara, Ghost Aspal Samarinda Kembali Tambal Jalan Berlubang

lihat foto
Relawan melakukan penambalan di empat titik jalan berlubang di kawasan Jalan Ahmad Yani I hingga Jalan Ahmad Yani II. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Relawan melakukan penambalan di empat titik jalan berlubang di kawasan Jalan Ahmad Yani I hingga Jalan Ahmad Yani II. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA – Kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan mendorong komunitas relawan Ghost Aspal Samarinda kembali turun ke lapangan untuk menambal sejumlah ruas jalan berlubang. 

Kegiatan yang dilakukan secara swadaya itu berlangsung di kawasan Jalan Ahmad Yani I dan Jalan Ahmad Yani II pada Kamis (11/6/2026) malam hingga Jumat (12/6/2026) dini hari.

Aksi tersebut menjadi kegiatan kedua yang dilakukan komunitas tersebut setelah sebelumnya melaksanakan penambalan jalan rusak di kawasan Jalan Siradj Salman. Para relawan menilai langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan yang kerap dipicu kondisi jalan yang berlubang.

Salah seorang relawan Ghost Aspal Samarinda, Muhklasin, mengatakan gerakan tersebut lahir dari kepedulian sejumlah warga yang merasa prihatin terhadap kondisi jalan di beberapa titik Kota Samarinda. 

Berawal dari diskusi santai bersama teman-teman, muncul gagasan untuk melakukan aksi nyata dengan memperbaiki jalan yang dinilai membahayakan pengendara.

“Ini kali kedua kegiatan kami. Sebelumnya kami juga melakukan penambalan di Jalan Siradj Salman beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Menurut Muhklasin, komunitas Ghost Aspal terbentuk secara spontan tanpa dukungan lembaga tertentu. Para relawan memilih bergerak berdasarkan laporan masyarakat maupun hasil pemantauan langsung terhadap kondisi jalan yang membutuhkan penanganan segera.

“Sebenarnya ini berawal dari hasil ngobrol sambil ngopi. Secara tiba-tiba muncul inisiatif dari hati nurani, kemudian terbentuk dan dibantu teman-teman relawan. Fokus kami mencari titik jalan berlubang lalu menambalnya secara swadaya,” katanya.


Ia menjelaskan, seluruh kebutuhan kegiatan, mulai dari material hingga operasional lapangan, masih berasal dari kontribusi pribadi para relawan dan bantuan sukarela dari berbagai pihak. Karena itu, kegiatan penambalan dilakukan menyesuaikan kemampuan dan kebutuhan yang ada di lapangan.

Muhklasin mengaku banyak menerima laporan dari warga mengenai titik-titik jalan rusak yang dianggap berbahaya. Informasi tersebut kemudian menjadi bahan pertimbangan bagi relawan untuk menentukan lokasi kegiatan berikutnya.

“Benar, selama ini banyak pesan dari warga yang menitipkan laporan kepada relawan Ghost Aspal,” ungkapnya.

Meski dilakukan secara sederhana, para relawan berharap aksi tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas akibat jalan berlubang.

Mereka juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki kepedulian serupa terhadap keselamatan pengguna jalan.

“Agenda kami tidak tentu. Kalau ada masukan dari teman-teman atau warga mengenai jalan berlubang yang belum sempat tertangani, kami berusaha turun membantu. Setidaknya ini bisa mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas,” tuturnya.

Muhklasin menegaskan bahwa seluruh kegiatan yang dilakukan Ghost Aspal berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Karena itu, pihaknya juga membuka kesempatan bagi perusahaan yang ingin menyalurkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) guna mendukung kegiatan perbaikan jalan secara swadaya tersebut.

“Intinya teman-teman bergerak demi keselamatan seluruh masyarakat yang melintas. Kalau ada perusahaan yang ingin menyalurkan CSR kepada kami tentu akan sangat membantu, karena tujuan kegiatan ini murni untuk keselamatan masyarakat,” pungkasnya. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar