BorneoFlash.com, JAKARTA - Pemerintah berpotensi mengurangi kebutuhan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah melakukan evaluasi dan penataan tata kelola program secara menyeluruh.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah tidak memangkas anggaran MBG, melainkan menghitung ulang kebutuhan dana berdasarkan hasil evaluasi bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Dari hasil perhitungan, kami meyakini kebutuhan anggaran MBG akan berkurang. Saat ini kami masih menghitung kebutuhan riil anggaran program tersebut,” kata Prasetyo di Jakarta, Kamis.
Pemerintah telah menetapkan anggaran MBG 2026 sebesar Rp268 triliun. Prasetyo mengatakan proses penataan program ditargetkan selesai dalam satu bulan ke depan.
Selain membenahi tata kelola, pemerintah juga memperluas manfaat MBG di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta meningkatkan cakupan penerima dari kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Pemerintah juga melakukan refocusing penerima manfaat dengan menyesuaikan prioritas penyaluran berdasarkan data dan kebutuhan di lapangan, termasuk mengevaluasi sekolah penerima program.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membengkak dari target awal 21.000 titik menjadi 27.877 titik. Kenaikan 6.877 titik tersebut berpotensi menimbulkan pemborosan hingga Rp12 triliun per tahun.
Selain itu, jumlah titik SPPG di wilayah 3T meningkat dari target 2.000 titik menjadi 8.617 titik. Karena itu, pemerintah akan menata ulang program secara menyeluruh.
Di sisi lain, Kepala BGN Nanik S Deyang mengatakan pihaknya mulai menjalankan langkah efisiensi tanpa mengurangi target pemenuhan gizi penerima manfaat. Salah satu langkah yang diambil ialah moratorium pembukaan titik layanan dan dapur baru.
Saat ini terdapat 27.877 dapur operasional yang akan dievaluasi kembali untuk memastikan kapasitas layanan sesuai dengan jumlah penerima manfaat di setiap wilayah. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar