Kodam VI/Mulawarman

Perkuat Kedaulatan Digital, Kodam VI/Mlw Gelar Seminar Augmentasi Siber

lihat foto
Kodam VI/Mulawarman bersama Satsiber TNI menggelar Seminar dan Forum Augmentasi Siber bertajuk “Sinergi Pentahelix dalam Rangka Membangun Kedaulatan di Ruang Siber” di Aula Makodam VI/Mlw, Balikpapan, pada Senin (8/6/2026). Foto: HO/Pendam VI/Mlw
Kodam VI/Mulawarman bersama Satsiber TNI menggelar Seminar dan Forum Augmentasi Siber bertajuk “Sinergi Pentahelix dalam Rangka Membangun Kedaulatan di Ruang Siber” di Aula Makodam VI/Mlw, Balikpapan, pada Senin (8/6/2026). Foto: HO/Pendam VI/Mlw

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Dalam rangka memperkuat ketahanan dan kedaulatan bangsa di ruang digital, Kodam VI/Mulawarman bersama Satuan Siber Tentara Nasional Indonesia (Satsiber TNI) menggelar Seminar dan Forum Augmentasi Siber bertajuk “Sinergi Pentahelix dalam Rangka Membangun Kedaulatan di Ruang Siber” di Aula Makodam VI/Mlw, Balikpapan, pada Senin (8/6/2026).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kasdam VI/Mlw Brigjen TNI Andy Setiawan, S.Sos., M.I.P., mewakili Pangdam VI/Mlw Mayjen TNI Krido Pramono, S.H., M.Si. Turut hadir Wakil Gubernur Kalimantan Timur Ir. H. Seno Aji, M.Si., serta Dansatsiber TNI Brigjen TNI J.O. Sembiring, S.H., S.E., M.M.

Seminar dan forum strategis ini diikuti oleh 183 peserta yang terdiri dari unsur TNI, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, pimpinan perguruan tinggi, PT Sucofindo, LSware, TKMT, Velsicuro, dosen, guru, pelajar, komunitas siber, wartawan, hingga penggiat media sosial.

Dalam sambutan Pangdam VI/Mlw yang dibacakan Kasdam, disampaikan bahwa ancaman di ruang siber seperti serangan siber, pencurian data, penyebaran hoaks hingga gangguan terhadap infrastruktur kritis nasional harus dihadapi secara terpadu melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan.

“Pertahanan siber tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan agar keamanan ruang digital nasional tetap terjaga,” tegas Kasdam saat membacakan sambutan Pangdam.

Sementara itu, Dansatsiber TNI Brigjen TNI J.O. Sembiring menyampaikan bahwa forum augmentasi siber ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman digital yang semakin kompleks dan bersifat tanpa batas (borderless).

Melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media, kegiatan ini diharapkan mampu membangun ekosistem keamanan siber nasional yang adaptif, inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.

Forum tersebut juga menghasilkan enam poin strategis dalam rangka memperkuat pertahanan siber nasional, yakni:

1. Akselerasi Kesadaran Siber melalui kerja sama antara Satsiber TNI, akademisi, dan masyarakat guna mendukung akses pembelajaran terhadap studi kasus siber riil serta mendorong pembentukan Center of Excellence (CoE) di lingkungan perguruan tinggi.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar