“Kami sudah hadir sejak pagi. Sampah yang dikumpulkan langsung dipilah, mulai dari yang bisa didaur ulang hingga sampah plastik yang tidak dapat didaur ulang. Semangat Hari Lingkungan Hidup Sedunia adalah semangat untuk hidup bersih, sehat, dan peduli terhadap lingkungan,” ungkapnya.
Semangat para pejuang lingkungan ini sejalan dengan tagline Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, “No Generation Left Behind”, yang menekankan pentingnya keterlibatan seluruh lapisan masyarakat dalam menjaga bumi.
Raehan Amsyah dari RS Hermina Nusantara menilai kegiatan Korve menjadi bukti bahwa upaya menjaga lingkungan tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan di IKN.
“Kegiatan ini sangat menarik, apalagi ada teleconference nasional yang memperlihatkan berbagai persoalan lingkungan di daerah lain. Kami melihat bagaimana Otorita IKN merangkul banyak pihak, mulai dari masyarakat, instansi, mitra kerja, hingga pemerintah desa dan kelurahan. Seperti yang disampaikan Kepala Otorita IKN, kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi gaya hidup masyarakat,” katanya.

Usai kegiatan bersih-bersih, seluruh peserta mengikuti teleconference nasional bersama Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, yang terhubung langsung dari Buperta Cibubur. IKN menjadi salah satu dari tujuh wilayah yang berpartisipasi dalam kegiatan nasional tersebut melalui sambungan bersama Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono.
Melalui aksi nyata dan kolaborasi lintas sektor ini, IKN kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya hidup bersih dan ramah lingkungan sebagai fondasi kota masa depan Indonesia. (*/Humas Otorita IKN)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar