General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, menegaskan bahwa edukasi keselamatan ketenagalistrikan di lingkungan sekolah merupakan langkah preventif jangka panjang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
Menurutnya, PLN tidak hanya bertanggung jawab menjaga keandalan pasokan listrik, tetapi juga memastikan masyarakat memahami cara penggunaan listrik yang aman.
Chaliq berharap para pelajar dapat menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh kepada lingkungan sekitar sehingga tercipta budaya pemanfaatan energi listrik yang aman dan berkelanjutan di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Bontang, Sri Wahyuningsih, menambahkan bahwa pemahaman keselamatan listrik sejak dini efektif menekan risiko kecelakaan maupun gangguan teknis akibat kelalaian manusia.
Dalam kesempatan tersebut, PLN juga kembali mengingatkan pentingnya menjaga ruang bebas jaringan listrik, termasuk memastikan jarak aman minimal tiga meter antara dahan pohon atau bangunan dengan kabel listrik milik PLN.
Masyarakat pun diminta segera melapor apabila menemukan potensi bahaya pada tiang maupun jaringan listrik.
Untuk mempermudah pelaporan, PLN mengajak masyarakat memanfaatkan aplikasi PLN Mobile. Melalui aplikasi tersebut, laporan gangguan listrik, pohon yang menyentuh kabel, hingga kondisi darurat dapat segera ditindaklanjuti petugas di lapangan. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar