PT PLN (Persero)

PLN Edukasi Pelajar Bontang soal Bahaya Listrik, Dorong Siswa Jadi Pelopor Keselamatan

lihat foto
PLN UP3 Bontang menggelar sosialisasi dan edukasi keselamatan ketenagalistrikan bagi pelajar SMK Putra Bangsa Bontang, pada Jumat (22/5/2026). Foto: HO/PLN UID Kaltimra
PLN UP3 Bontang menggelar sosialisasi dan edukasi keselamatan ketenagalistrikan bagi pelajar SMK Putra Bangsa Bontang, pada Jumat (22/5/2026). Foto: HO/PLN UID Kaltimra

BorneoFlash.com, BONTANG – Komitmen menekan risiko kecelakaan akibat penggunaan energi listrik terus diperkuat PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra).

Melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bontang, PLN menggelar sosialisasi dan edukasi keselamatan ketenagalistrikan bagi pelajar SMK Putra Bangsa Bontang, pada Jumat (22/5/2026).

Kegiatan ini bertujuan menanamkan pemahaman tentang pentingnya keselamatan kelistrikan (electrical safety) sejak dini kepada generasi muda.

PLN berharap para siswa tidak hanya menjadi pengguna listrik, tetapi juga mampu menjadi pelopor keselamatan ketenagalistrikan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapat berbagai materi penting, mulai dari potensi bahaya jaringan listrik tegangan tinggi, standar penggunaan instalasi listrik di dalam bangunan, hingga risiko aktivitas di sekitar jaringan PLN, seperti bermain layang-layang menggunakan tali kawat.

Kepala SMK Putra Bangsa, Muslimin, mengapresiasi kegiatan edukasi tersebut karena dinilai sangat relevan dengan aktivitas sekolah yang bergantung pada pasokan listrik.

“Aktivitas di sekolah selalu bersentuhan dengan listrik. Penggunaan listrik kami mencapai 13.200 Watt dan hampir seluruh fasilitas menggunakan tenaga listrik. Maka kegiatan sosialisasi terkait bahaya listrik ini sangat dibutuhkan agar kami lebih paham,” ujarnya.


General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, menegaskan bahwa edukasi keselamatan ketenagalistrikan di lingkungan sekolah merupakan langkah preventif jangka panjang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

Menurutnya, PLN tidak hanya bertanggung jawab menjaga keandalan pasokan listrik, tetapi juga memastikan masyarakat memahami cara penggunaan listrik yang aman.

Chaliq berharap para pelajar dapat menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh kepada lingkungan sekitar sehingga tercipta budaya pemanfaatan energi listrik yang aman dan berkelanjutan di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Sementara itu, Manager PLN UP3 Bontang, Sri Wahyuningsih, menambahkan bahwa pemahaman keselamatan listrik sejak dini efektif menekan risiko kecelakaan maupun gangguan teknis akibat kelalaian manusia.

Dalam kesempatan tersebut, PLN juga kembali mengingatkan pentingnya menjaga ruang bebas jaringan listrik, termasuk memastikan jarak aman minimal tiga meter antara dahan pohon atau bangunan dengan kabel listrik milik PLN.

Masyarakat pun diminta segera melapor apabila menemukan potensi bahaya pada tiang maupun jaringan listrik.

Untuk mempermudah pelaporan, PLN mengajak masyarakat memanfaatkan aplikasi PLN Mobile. Melalui aplikasi tersebut, laporan gangguan listrik, pohon yang menyentuh kabel, hingga kondisi darurat dapat segera ditindaklanjuti petugas di lapangan. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar