Berita Kota Samarinda

Lapas Samarinda Perkuat Pembinaan Warga Binaan Lewat Peternakan dan Hidroponik

lihat foto
Program pembinaan di Lapas Kelas IIA Samarinda melibatkan warga binaan dalam kegiatan peternakan ayam petelur sebagai bekal keterampilan setelah bebas. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Program pembinaan di Lapas Kelas IIA Samarinda melibatkan warga binaan dalam kegiatan peternakan ayam petelur sebagai bekal keterampilan setelah bebas. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA — Aktivitas pembinaan kemandirian terus diperkuat di Lapas Kelas IIA Samarinda melalui pengembangan peternakan dan pertanian hidroponik yang melibatkan warga binaan secara langsung.

Program tersebut dijalankan sebagai bagian dari pembinaan selama menjalani masa pidana sekaligus menjadi bekal keterampilan yang diharapkan dapat dimanfaatkan warga binaan setelah kembali ke masyarakat.

Di lingkungan lapas, warga binaan terlihat menjalankan berbagai aktivitas produktif, mulai dari merawat ayam petelur, memberi pakan ikan lele, hingga mengelola tanaman hidroponik. Kegiatan itu dilakukan secara rutin setiap hari dengan pendampingan dari petugas lapas.

Pada area peternakan ayam, warga binaan bertanggung jawab menjaga kebersihan kandang, menyiapkan pakan dan air minum, serta memantau kondisi kesehatan ternak agar tetap produktif.

Salah seorang warga binaan, Wahyu Rahmadi, mengaku memperoleh banyak pengalaman baru melalui kegiatan tersebut. Menurutnya, program pembinaan peternakan memberi manfaat besar sekaligus menghadirkan rutinitas yang positif selama berada di dalam lapas.

“Setiap hari kami melakukan perawatan secara rutin, mulai dari memberi pakan, menyediakan air minum, vitamin, hingga membersihkan kandang agar ternak tetap sehat dan terhindar dari penyakit,” ujar Wahyu, pada Jumat (29/5/2026).

lihat foto
Lapas Kelas IIA Samarinda membudidayakan berbagai tanaman hidroponik seperti pakcoy, sawi, seledri, dan cabai yang melibatkan warga binaan. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Lapas Kelas IIA Samarinda membudidayakan berbagai tanaman hidroponik seperti pakcoy, sawi, seledri, dan cabai yang melibatkan warga binaan. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

Ia mengatakan, dirinya juga belajar memahami kondisi kesehatan ayam dari perubahan fisik yang terlihat. Pengetahuan tersebut diperoleh melalui pembinaan dan pendampingan selama mengikuti kegiatan.

“Dalam pembinaan ini kami juga diajarkan mengenali tanda-tanda ayam yang sehat maupun yang sedang sakit, sehingga perawatannya bisa dilakukan dengan tepat,” katanya.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar