Wahyu mengaku sebelum menjalani masa pidana dirinya pernah memelihara ayam di rumah. Namun selama mengikuti program di lapas, ia mendapatkan pelatihan yang lebih terarah mengenai cara pemeliharaan ternak yang baik.
“Di sini kami dibimbing sejak awal mengenai cara pemeliharaan yang baik, termasuk pemberian vitamin dan perawatan harian agar ternak tetap produktif,” tuturnya.
Ia menilai pengalaman tersebut menjadi bekal berharga yang bisa dikembangkan menjadi usaha setelah bebas nanti.
Sementara itu, Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Samarinda, Gunawan, mengatakan program ketahanan pangan di lapas terus dikembangkan dengan memanfaatkan lahan yang tersedia.
“Program ketahanan pangan di lingkungan Lapas Kelas IIA Samarinda terus kami kembangkan dengan memaksimalkan lahan yang tersedia sesuai arahan pimpinan,” ujarnya.

Saat ini pihak lapas membudidayakan berbagai tanaman hidroponik seperti pakcoy, sawi, seledri, dan cabai. Selain itu, terdapat sekitar 2.000 bibit ikan lele serta 50 ekor ayam petelur yang dikelola bersama warga binaan.
Menurut Gunawan, keterlibatan warga binaan dalam seluruh proses tersebut menjadi bagian penting dari pembinaan kemandirian yang diarahkan agar mereka memiliki kemampuan kerja setelah menyelesaikan masa pidana.
“Harapannya, keterampilan yang mereka pelajari selama di sini dapat diterapkan kembali ketika kembali ke masyarakat dan menjadi peluang untuk kegiatan produktif maupun usaha mandiri,” pungkasnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar