Bank Indonesia Balikpapan

BI Balikpapan Perkuat UMKM Go Digital dan Tembus Pasar Ekspor

lihat foto
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

Workshop tersebut difokuskan untuk meningkatkan kemampuan UMKM memenuhi standar pasar internasional, memperluas jejaring bisnis, serta meningkatkan daya saing produk unggulan daerah di pasar global.

Di sektor ketahanan pangan, BI Balikpapan juga menjalankan program TANI CAMP sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani. Program ini mencakup pelatihan pengelolaan budidaya, pascapanen, hingga pendampingan berkelanjutan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Selain transfer pengetahuan dan praktik terbaik, BI juga memberikan fasilitasi sarana dan prasarana sesuai kebutuhan klaster pangan guna meningkatkan efisiensi biaya produksi serta hasil panen.

Dalam aspek pembiayaan, BI Balikpapan memperkuat sinergi dengan OJK dan perbankan melalui edukasi pengelolaan keuangan serta business matching pembiayaan. BI juga menjalankan program Survei Database Profil UMKM Potensial Dibiayai (BISAID) guna menjembatani UMKM potensial dengan lembaga keuangan.

Untuk memperluas promosi produk lokal, BI Balikpapan juga menyiapkan dua agenda unggulan, yakni PESAN (Pekan Ekonomi Syariah Nusantara) 2026 pada 27–28 Juni 2026 dan Mahligai Nusantara 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026.

Berbagai kegiatan penguatan kapasitas UMKM akan dihadirkan dalam rangkaian PESAN 2026, di antaranya Talkshow Halal Entrepreneurship, Talkshow Halal Go Global, Workshop Kemasan dan Merek Halal Food, Workshop Digital UMKM, hingga Talkshow Strategi Mendorong Kemandirian Ekonomi Pesantren.

Di sisi lain, BI Balikpapan juga berhasil mendorong tiga UMKM binaannya lolos dalam program Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA) 2026. Ketiga UMKM tersebut yakni Harum dan Rumah Ampiek di sektor modest fashion, serta Kampoeng Timoer pada sektor halal food.

“Capaian ini menunjukkan UMKM daerah memiliki potensi besar untuk bersaing di level nasional,” kata Robi.

Tak hanya itu, BI Balikpapan juga aktif mendukung penguatan ekosistem industri kopi daerah melalui workshop dan pembekalan barista. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan lolosnya tiga peserta asal wilayah kerja BI Balikpapan ke tahap regional Kalimantan dalam Kompetisi Cangkir Barista “Championship Pejuang Kopi Nusantara” yang diselenggarakan Bank Indonesia bersama Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI).

Melalui berbagai program tersebut, BI Balikpapan berharap UMKM daerah semakin tangguh, adaptif, dan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah di tengah tantangan ekonomi global. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar