BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Bank Indonesia (BI) Balikpapan terus memperkuat sinergi strategis dalam mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) naik kelas, unggul, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.
Melalui berbagai program pengembangan, BI fokus memperluas akses pasar digital, penguatan ekspor, hingga peningkatan kapasitas usaha dan pembiayaan UMKM.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, mengatakan UMKM memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah, baik dari sisi jumlah pelaku usaha maupun penyerapan tenaga kerja.
Oleh karena itu, penguatan sektor UMKM menjadi salah satu prioritas dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
“Berbagai langkah strategis terus kami dorong untuk memperkuat kapasitas UMKM, mulai dari pengembangan pasar digital dan ekspor, penguatan kualitas produk, digitalisasi pembayaran, hingga fasilitasi pembiayaan,” ujar Robi Ariadi, pada Jumat (29/5/2026).
Salah satu program unggulan yang disiapkan yakni DIGDAYA UMKM, program onboarding yang dirancang untuk mendorong UMKM masuk ke ekosistem digital. Program tersebut mulai dibuka pada Mei 2026 dan akan dilanjutkan dengan tahapan pendampingan intensif hingga Oktober 2026.
Dalam program tersebut, BI Balikpapan telah melakukan proses kurasi terhadap 160 UMKM rekomendasi dari Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), pemerintah daerah, serta korporasi pembina UMKM.
Hasilnya, sebanyak 45 UMKM terpilih mengikuti program onboarding untuk memperkuat kapasitas pemasaran digital dan penjualan daring.
“Pendampingan dilakukan secara spesifik sesuai kebutuhan masing-masing UMKM, termasuk melalui one-on-one session dan monitoring berkala,” jelasnya.
Selain digitalisasi, BI Balikpapan juga memperkuat pengembangan pasar ekspor melalui Workshop Ekspor UMKM yang dijadwalkan berlangsung mulai Juni hingga Oktober 2026. Program ini digelar bekerja sama dengan berbagai mitra, termasuk Ekspor Center Balikpapan.
Workshop tersebut difokuskan untuk meningkatkan kemampuan UMKM memenuhi standar pasar internasional, memperluas jejaring bisnis, serta meningkatkan daya saing produk unggulan daerah di pasar global.
Di sektor ketahanan pangan, BI Balikpapan juga menjalankan program TANI CAMP sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani. Program ini mencakup pelatihan pengelolaan budidaya, pascapanen, hingga pendampingan berkelanjutan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Selain transfer pengetahuan dan praktik terbaik, BI juga memberikan fasilitasi sarana dan prasarana sesuai kebutuhan klaster pangan guna meningkatkan efisiensi biaya produksi serta hasil panen.
Dalam aspek pembiayaan, BI Balikpapan memperkuat sinergi dengan OJK dan perbankan melalui edukasi pengelolaan keuangan serta business matching pembiayaan. BI juga menjalankan program Survei Database Profil UMKM Potensial Dibiayai (BISAID) guna menjembatani UMKM potensial dengan lembaga keuangan.
Untuk memperluas promosi produk lokal, BI Balikpapan juga menyiapkan dua agenda unggulan, yakni PESAN (Pekan Ekonomi Syariah Nusantara) 2026 pada 27–28 Juni 2026 dan Mahligai Nusantara 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026.
Berbagai kegiatan penguatan kapasitas UMKM akan dihadirkan dalam rangkaian PESAN 2026, di antaranya Talkshow Halal Entrepreneurship, Talkshow Halal Go Global, Workshop Kemasan dan Merek Halal Food, Workshop Digital UMKM, hingga Talkshow Strategi Mendorong Kemandirian Ekonomi Pesantren.
Di sisi lain, BI Balikpapan juga berhasil mendorong tiga UMKM binaannya lolos dalam program Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA) 2026. Ketiga UMKM tersebut yakni Harum dan Rumah Ampiek di sektor modest fashion, serta Kampoeng Timoer pada sektor halal food.
“Capaian ini menunjukkan UMKM daerah memiliki potensi besar untuk bersaing di level nasional,” kata Robi.
Tak hanya itu, BI Balikpapan juga aktif mendukung penguatan ekosistem industri kopi daerah melalui workshop dan pembekalan barista. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan lolosnya tiga peserta asal wilayah kerja BI Balikpapan ke tahap regional Kalimantan dalam Kompetisi Cangkir Barista “Championship Pejuang Kopi Nusantara” yang diselenggarakan Bank Indonesia bersama Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI).
Melalui berbagai program tersebut, BI Balikpapan berharap UMKM daerah semakin tangguh, adaptif, dan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah di tengah tantangan ekonomi global. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar