“Di kandang saya, Bejo merupakan sapi dengan bobot paling berat sekaligus kualitas yang paling baik. Alhamdulillah akhirnya bisa terpilih,” tuturnya.
Mujianto menceritakan, Bejo didatangkan dari Sulawesi dengan bobot awal sekitar 900 kilogram. Meski sudah berukuran besar sejak awal, proses pemeliharaannya tidak berjalan mudah.
Pada masa awal perawatan, sapi tersebut sempat mengalami kesulitan beradaptasi, baik dari pola makan maupun kondisi fisiknya. Hal itu membuat perawatan Bejo membutuhkan perhatian lebih dibanding sapi lainnya.
“Pada awal pemeliharaan, proses adaptasinya cukup sulit. Mulai dari pola makan hingga kondisi tubuhnya perlu penanganan khusus, sehingga perawatannya cukup menantang,” jelasnya.
Setelah melalui perawatan intensif dalam waktu yang panjang, Bejo akhirnya tumbuh sehat hingga mencapai bobot lebih dari satu ton. Nama “Bejo” yang dalam bahasa Jawa berarti beruntung, menurut Mujianto, sejak awal memang disematkan sebagai doa.
“Saya memberi nama Bejo dengan harapan membawa keberuntungan. Alhamdulillah harapan itu kini benar-benar terwujud,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Timur yang telah merekomendasikan sapinya hingga akhirnya terpilih sebagai hewan kurban bantuan presiden.
Rencananya, sapi Bejo akan disembelih di kawasan Masjid Islamic Center Samarinda pada momentum Iduladha mendatang. Sementara untuk jadwal pengiriman, Mujianto mengaku masih menunggu informasi lanjutan dari dinas terkait.
“Untuk proses pengiriman kami masih menunggu arahan dan jadwal resmi dari pihak dinas,” pungkasnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar