Menurut Sunarko, Dinsos Kukar juga menemukan adanya dugaan pihak tertentu yang memanfaatkan kondisi tersebut dengan menyewakan kostum badut kepada anak-anak maupun orang dewasa untuk digunakan mencari uang di jalan.
“Ini yang menjadi perhatian kami karena ada indikasi aktivitasnya tidak dilakukan sendiri, melainkan ada yang mengoordinasikan,” tegasnya.
Sunarko pun menjelaskan penanganan pengemis jalanan akan dilakukan bersama Satpol PP dan instansi terkait melalui penertiban serta proses pendataan lanjutan. Setelah diamankan, para pengemis nantinya akan menjalani asesmen untuk menentukan bentuk pembinaan yang sesuai.
“Kami akan melihat latar belakang dan kondisi mereka terlebih dahulu sebelum menentukan langkah penanganan,” tuturnya.
Dinsos Kukar juga mengimbau masyarakat agar tidak menjadikan jalanan sebagai tempat menyalurkan bantuan sosial.
Menurutnya, bantuan lebih baik diberikan melalui lembaga resmi agar tepat sasaran dan tidak memicu bertambahnya pengemis jalanan di kawasan perkotaan. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar