Ratih menilai Sensus Ekonomi bukan sekadar kegiatan pendataan rutin, melainkan langkah strategis untuk menciptakan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Data yang lengkap dan valid, pemerintah dapat melihat potensi, tantangan, serta peluang pengembangan ekonomi daerah secara lebih terukur,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh pelaku usaha untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanaan sensus, demi memperkuat daya saing ekonomi Balikpapan di masa mendatang.
“Mari bersama-sama kita sukseskan Sensus Ekonomi 2026 demi mewujudkan perekonomian yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Sensus Ekonomi 2026 mengusung slogan “Sensus Ekonomi 2026, Mencatat Ekonomi Indonesia” dan akan menjangkau seluruh sektor usaha, mulai dari usaha besar, menengah, kecil hingga pelaku usaha mikro di seluruh wilayah Balikpapan.
Pemerintah Kota Balikpapan berharap kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dapat menciptakan basis data ekonomi yang kuat, sehingga arah pembangunan ekonomi daerah menjadi lebih adaptif terhadap perubahan zaman dan tantangan global. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar