Menurut Myrna, batik khas IKN memiliki potensi besar untuk dikembangkan, baik dari sisi budaya maupun ekonomi kreatif. Meningkatnya jumlah pengunjung ke kawasan IKN dinilai membuka peluang pasar bagi produk souvenir khas daerah.
“Kaos mungkin sudah banyak, tetapi batik khas IKN masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Kami berharap peluang ini dapat dimanfaatkan masyarakat lokal,” katanya.
Ia menambahkan, Otorita IKN terus mendorong peningkatan kapasitas masyarakat melalui berbagai pelatihan agar mampu menghasilkan batik dan wastra berkualitas yang memiliki daya saing lebih luas.
Antusiasme pengunjung terlihat dari partisipasi keluarga yang mengikuti workshop tersebut. Salah satunya Novita Sandra, pengunjung asal Samarinda, yang datang bersama anaknya.
“Hari ini saya coba membatik dan ternyata di IKN membatiknya versi tie-dye menggunakan cairan dari tumbuhan khas Kalimantan seperti mangrove dan ketapang. Saya baru tahu pewarna bisa berasal dari akar-akar tumbuhan. Kegiatannya seru dan edukatif, apalagi saya bawa anak kecil, jadi bisa menambah pengalaman mereka selain berkeliling di IKN,” ujarnya.

Selain workshop membatik, IKN Fun Day juga menghadirkan berbagai aktivitas ramah keluarga dan lintas usia, seperti mendongeng, mewarnai satwa liar, permainan tradisional, hingga area bermain catur.
“Harapannya, Sentra Massa dapat menjadi pusat aktivitas yang menyenangkan bagi pengunjung. Kami ingin IKN menjadi ruang yang ramah keluarga, ramah gender, dan ramah usia,” tutur Myrna.
Rangkaian IKN Fun Day berlangsung pada 14–17 Mei 2026 dan diisi beragam kegiatan seperti workshop membatik, penanaman pohon, permainan catur, mendongeng dan mewarnai, hingga permainan anak-anak. (*/Humas Otorita IKN)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar