BorneoFlash.com, JAKARTA – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026), dipenuhi berbagai momen menarik saat Presiden Prabowo Subianto hadir di tengah ratusan ribu buruh.
Mulai dari respons mengejutkan buruh soal program Makan Bergizi Gratis (MBG), janji memangkas potongan ojek online (ojol), hingga aksi spontan berjoget bersama band Tipe-X, menjadi sorotan dalam peringatan May Day tahun ini.
Salah satu momen yang paling menyita perhatian terjadi ketika Prabowo menanyakan langsung kepada massa buruh mengenai manfaat program MBG.
“Kita juga beri MBG. Saya tanya ke saudara-saudara, MBG bermanfaat atau tidak?” tanya Prabowo dari atas panggung.
Namun di luar dugaan, pertanyaan itu justru dijawab serempak oleh massa buruh dengan teriakan “tidak”.
Meski mendapat respons tersebut, Prabowo tetap menegaskan program MBG penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini dan mengatasi persoalan gizi anak.
“MBG itu sangat penting untuk anak-anak kita. Anak-anak kita banyak yang kurang gizi, badannya kecil, selnya tidak berkembang,” ujarnya.
Menurut Prabowo, program tersebut juga akan menggerakkan ekonomi masyarakat karena melibatkan kebutuhan pangan dari petani, peternak, hingga nelayan.
Selain soal MBG, pidato Prabowo juga diwarnai respons keras terkait potongan komisi ojek online yang selama ini dikeluhkan para driver.
Prabowo menilai potongan sebesar 20 persen yang diterapkan aplikator terlalu besar bagi para pengemudi yang bekerja di lapangan.
“Ojol kerja keras, mempertaruhkan nyawa setiap hari, masa aplikator minta disetor 20 persen?” kata Prabowo.
Saat ditanya apakah setuju dengan potongan 20 persen, massa buruh langsung menjawab “tidak”. Bahkan ketika angka 15 persen dan 10 persen disebutkan, jawaban yang sama tetap terdengar dari kerumunan buruh.
Prabowo kemudian menegaskan dirinya tidak setuju jika potongan masih berada di angka 10 persen.
“Saya katakan di sini, saya tidak setuju 10 persen. Harus di bawah 10 persen,” tegasnya disambut sorak sorai massa.
Ia bahkan melontarkan sindiran kepada perusahaan aplikator yang dinilai terlalu banyak mengambil keuntungan.
“Enak saja, lu yang keringat, dia yang dapat duit,” ujar Prabowo.
Presiden juga mengingatkan perusahaan teknologi agar mengikuti kebijakan pemerintah jika ingin tetap beroperasi di Indonesia.
“Kalau enggak mau ikut kita, enggak usah berusaha di Indonesia,” katanya.
Tak hanya itu, dalam peringatan May Day tersebut, Prabowo juga menjanjikan pembangunan tempat penitipan anak atau daycare bagi keluarga buruh.
Janji itu muncul setelah perwakilan buruh menyampaikan keresahan banyak pekerja yang kesulitan mencari tempat aman untuk menitipkan anak saat bekerja.
“Ini saran yang baik dan akan kita perjuangkan. Kita laksanakan dalam waktu sesingkat-singkatnya,” ujar Prabowo.
Dalam pidatonya, Presiden juga menyampaikan sejumlah komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja.
Beberapa kebijakan yang disampaikan antara lain perlindungan bagi awak kapal perikanan, perlindungan pekerja transportasi online, pembentukan Satgas PHK melalui Keppres Nomor 10 Tahun 2026, pembatasan outsourcing hanya di enam sektor, hingga dorongan pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga.
Di luar pidato politik dan kebijakan, suasana May Day juga diwarnai momen santai dan penuh keakraban.
Kedatangan Prabowo di Monas bertepatan dengan penampilan Tipe-X yang membawakan lagu “Kamu Enggak Sendirian”.
Presiden tampak menikmati suasana dengan melambaikan tangan ke arah massa, berjoget, hingga berbaur bersama para buruh di depan panggung.
Ia bahkan sempat membuka kemeja safari krem yang dikenakannya dan memberikannya kepada salah seorang buruh, memicu riuh tepuk tangan dan sorakan dari massa yang memadati kawasan Monas. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar