“Korban ditemukan sekitar 200 meter dari lokasi awal kejadian ke arah hilir,” katanya.
Setelah dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi diusulkan ditutup dan seluruh unsur yang terlibat kembali ke satuan masing-masing.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur gabungan, di antaranya Tim Rescue Basarnas Balikpapan, TNI AL Marang Kayu, BPBD Kutai Kartanegara, Disdamkar Muara Badak, relawan dari Kukar dan Samarinda, keluarga korban, serta nelayan setempat.
Selama proses pencarian, tim menghadapi sejumlah kendala di lapangan, seperti gelombang besar dari muara sungai hingga ancaman satwa liar seperti buaya dan ular.
“Meski menghadapi berbagai kendala, operasi berjalan lancar hingga korban berhasil ditemukan,” ujar Nur Ngalim.
Dalam operasi tersebut, tim menggunakan berbagai peralatan pendukung, mulai dari rescue car, rubber boat Basarnas, speed boat TNI AL Marang Kayu, perahu BPBD Kukar, perahu Disdamkar Muara Badak, hingga armada milik warga dan nelayan sekitar.
Selain itu, peralatan SAR air, perlengkapan selam, alat komunikasi, dan perlengkapan medis juga dikerahkan guna mendukung kelancaran proses pencarian. (*/BorneoFlash/ANTARA)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar