Berita Nasional Terkini

Industri Manufaktur Indonesia Terus Tumbuh: Kemenperin Bantah Deindustrialisasi

lihat foto
Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif. FOTO: ANTARA/HO-Kemenperin
Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif. FOTO: ANTARA/HO-Kemenperin

BorneoFlash.com, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan Indonesia tidak mengalami deindustrialisasi. 

Sektor industri pengolahan justru terus memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif menyebut deindustrialisasi biasanya ditandai turunnya kontribusi manufaktur terhadap PDB, lemahnya pertumbuhan industri, serta beralihnya investasi dan tenaga kerja ke sektor lain. Menurutnya, kondisi itu tidak terjadi di Indonesia.

Data BPS menunjukkan kontribusi industri pengolahan naik dari 18,34 persen pada 2022 menjadi 18,67 persen pada 2023, lalu meningkat ke 18,98 persen pada 2024 dan 19,07 persen pada 2025.

Kemenperin menyebut kenaikan ini didorong pemulihan ekonomi pascapandemi, kebijakan hilirisasi, dan kuatnya konsumsi domestik.

Pada 2025, industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,30 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional 5,11 persen. Capaian ini menjadi yang pertama dalam 14 tahun terakhir, saat pertumbuhan manufaktur melampaui ekonomi nasional.

Penyerapan tenaga kerja juga meningkat. Jumlah pekerja di sektor industri pengolahan nonmigas naik dari 15,49 juta orang pada 2015 menjadi 20,26 juta orang pada Agustus 2025.

Selain itu, data SIINas per 23 April 2026 mencatat 633 perusahaan industri membangun fasilitas produksi baru pada triwulan I 2026. Investasi yang masuk mencapai Rp418,62 triliun dengan potensi menyerap 219.684 tenaga kerja.

Kemenperin memastikan industri manufaktur Indonesia masih kuat dan terus berkembang. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar