Salah satu program utama adalah implementasi Clean Money Policy, yaitu kebijakan untuk memastikan masyarakat menggunakan uang dalam kondisi layak edar. Dalam praktiknya, tim ekspedisi menyediakan layanan kas keliling yang memungkinkan masyarakat menukar uang lusuh atau rusak dengan uang baru.
Selain itu, masyarakat juga mendapatkan edukasi melalui program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya merawat Rupiah serta memahami perannya sebagai simbol kedaulatan negara.
Bank Indonesia juga memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan sistem pembayaran digital, termasuk QRIS dan program PeKA. Edukasi ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mulai beralih ke transaksi non-tunai yang lebih efisien dan aman.
Pelaksanaan ERK 2026 menjadi bagian dari upaya besar dalam mendorong inklusi keuangan di Indonesia, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau. Dengan menghadirkan layanan kas sekaligus edukasi, Bank Indonesia berupaya memperkecil kesenjangan akses layanan keuangan antara wilayah perkotaan dan pedesaan.
Masyarakat di sepanjang aliran sungai, yang selama ini bergantung pada transaksi tunai, kini mulai diperkenalkan dengan alternatif sistem pembayaran digital. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi ekonomi sekaligus membuka peluang baru bagi pertumbuhan usaha lokal.
Ke depan, Bank Indonesia menegaskan akan terus memperluas jangkauan layanan penyediaan uang layak edar hingga ke pelosok negeri. Upaya ini akan terus diintegrasikan dengan program edukasi untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
Selain itu, sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk TNI Angkatan Laut dan pemerintah daerah, akan terus diperkuat guna memastikan keberlanjutan program ini.
Langkah ini tidak hanya bertujuan menjaga kualitas Rupiah, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan nasional.
Hadirnya Ekspedisi Rupiah Kalimantan 2026, Bank Indonesia kembali menegaskan bahwa layanan keuangan yang inklusif bukan sekadar wacana, melainkan komitmen nyata yang terus diwujudkan hingga ke tepian sungai dan pelosok Kalimantan. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar