Untuk wilayah Kalimantan Timur dan Balikpapan, seremoni dipusatkan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan. Acara tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Jajang Hermawan, bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, serta Komandan Pangkalan TNI AL Balikpapan Kolonel Laut (P) Topan Agung Yuwono.
Momentum pelepasan ini menandai dimulainya perjalanan tim ekspedisi yang akan menyusuri berbagai jalur sungai strategis di Kalimantan untuk menghadirkan layanan kas keliling kepada masyarakat.
ERK 2026 merupakan kelanjutan dari program Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 yang sebelumnya telah diluncurkan di Surabaya pada 23 April 2026. Program tersebut merupakan inisiatif nasional Bank Indonesia untuk memperluas layanan kas hingga ke wilayah 3T.
Melalui ekspedisi ini, Bank Indonesia tidak hanya menghadirkan uang layak edar, tetapi juga memastikan kualitas fisik Rupiah tetap terjaga. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap mata uang nasional.
Dalam pelaksanaannya, ERK 2026 difokuskan pada wilayah aliran sungai yang menjadi pusat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat di Kalimantan. Beberapa sungai utama yang menjadi target antara lain Sungai Mahakam, Sungai Barito, Sungai Kayan, Sungai Sambas Besar, serta Sungai Kandilo.
Wilayah-wilayah tersebut dipilih karena memiliki peran penting sebagai jalur distribusi barang dan mobilitas masyarakat, namun masih terbatas dalam akses layanan perbankan, termasuk penukaran uang.
Kehadiran ERK 2026 diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan uang tunai yang layak edar, terutama untuk mendukung aktivitas ekonomi sehari-hari.

Khusus di wilayah Balikpapan, ekspedisi menyasar kawasan perairan di Balikpapan dan Kabupaten Paser. Beberapa titik tujuan meliputi Desa Tanjung Aru dan Pasir Mayang, serta wilayah yang dilalui aliran Sungai Kandilo di Pasir Belengkong.
Daerah-daerah tersebut merupakan kawasan yang cukup aktif secara ekonomi, namun memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kas. Dengan adanya ekspedisi ini, masyarakat dapat menukarkan uang yang tidak layak edar dengan uang baru tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke kota.
Tidak hanya menghadirkan layanan penukaran uang, ERK 2026 juga mengusung pendekatan terintegrasi melalui berbagai kegiatan edukasi dan literasi keuangan.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar