Selain korban meninggal, puluhan korban luka masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit. RSUD Bekasi saat ini masih merawat 23 korban, dengan 17 di antaranya mengalami luka berat.
Wakil Direktur RSUD Bekasi, Sudirman, mengatakan sebagian besar korban luka berat harus menjalani operasi.
“Kami masih merawat 23 pasien. Dengan kategori luka berat itu 17 pasien,” ujarnya.
Menurut Sudirman, sebelumnya terdapat 54 korban yang dirawat di RSUD Bekasi. Namun sebagian pasien telah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik.
“Setelah observasi satu hari, yang tadinya masih banyak di IGD sudah pulang karena tidak perlu lagi dirawat,” jelasnya.
Ia menambahkan, sedikitnya 15 korban memerlukan tindakan operasi akibat luka serius yang dialami.
“Hari ini kita mengoperasi sekitar lima korban luka berat. Sisanya kemungkinan besok, sambil menunggu hasil observasi dan pemeriksaan CT scan maupun rontgen,” tambah Sudirman.
Kecelakaan maut tersebut bermula ketika sebuah taksi tertemper KRL di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur. Insiden itu membuat KRL berhenti di area stasiun. Tak lama kemudian, KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi datang dan menabrak KRL dari belakang.
Hingga kini, aparat kepolisian bersama pihak terkait masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan yang menewaskan 15 orang dan menyebabkan puluhan lainnya terluka itu. (BorneoFlash/Antara)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar