Nursyamsiarni juga menjelaskan berbagai upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, diantaranya melalui forum perangkat daerah, konsultasi publik terkait Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), serta Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Kota Balikpapan dalam rangka evaluasi kinerja tahun 2025.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan media menjadi kunci keberhasilan karena pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. “Kami membutuhkan dukungan rekan-rekan wartawan sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang edukatif kepada masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris PWI Kota Balikpapan, Muhammad Maulana, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai sinergi antara pemerintah dan media merupakan langkah nyata dalam mendukung upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Kerja sama ini diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari upaya bersama mendukung Balikpapan sebagai Kota Layak Anak,” ujarnya.

Diketahui, Kota Balikpapan berhasil meraih penghargaan Kota Layak Anak (KLA) kategori Utama pada 2025 dengan skor 891.
Pemerintah kota menargetkan peningkatan ke kategori Paripurna pada 2026, dengan fokus pada pemenuhan hak anak, penyediaan Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA), serta penguatan aspek keamanan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan peran media semakin optimal dalam mendukung edukasi publik sekaligus menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Balikpapan. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar