Pengalaman berbeda juga dirasakan Emmanuel, pekerja kontraktor precommissioning. Ia mengaku mendapat kejutan spesial di momen tersebut.
“Di hari yang spesial ini saya diberi surprise kedatangan seorang istri yang memberikan energi positif, mewakili istri seluruh pekerja untuk selalu menjaga diri dan rekan di sekitarnya,” ungkapnya.
Saat ini, jumlah pekerja perempuan di lingkungan KPB mencapai 12,47 persen atau sebanyak 212 orang.
Di industri minyak dan gas yang masih didominasi laki-laki, angka tersebut menunjukkan peran nyata perempuan dalam berbagai fungsi, sekaligus kontribusi penting dalam membangun budaya keselamatan kerja yang inklusif.
Vice President Legal & Relation KPB, Asep Sulaeman, menilai semangat Kartini sejalan dengan upaya membangun budaya keselamatan yang berlandaskan prinsip HSSE Golden Rules Pertamina, yakni patuh, intervensi, dan peduli.

“Kepedulian untuk saling mengingatkan adalah inti dari keselamatan kerja. Perempuan di KPB mengambil peran itu, menghadirkan pendekatan yang lebih membumi dan menyentuh,” ujarnya.
Ia menambahkan, budaya keselamatan bukan sekadar kepatuhan terhadap prosedur, melainkan kesadaran kolektif untuk saling menjaga.
“Pada akhirnya, yang ingin kita pastikan sederhana, setiap pekerja bisa kembali ke rumah dengan selamat setiap harinya,” tutupnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar