PT Pertamina Hulu Mahakam

PHM Kapalkan Topside Proyek Manpatu: Tonggak Produksi Migas Nasional

lihat foto
PHM melaksanakan seremoni Load Out dan Sail Away Topside di fasilitas fabrikasi milik PT Meindo Elang Indah, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, pada 17 April 2026. Foto: HO/PHM
PHM melaksanakan seremoni Load Out dan Sail Away Topside di fasilitas fabrikasi milik PT Meindo Elang Indah, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, pada 17 April 2026. Foto: HO/PHM

“Penyelesaian tahap fabrikasi Topside ini merupakan wujud kerja keras dan hasil kolaborasi yang solid seluruh tim yang didukung oleh berbagai pemangku kepentingan,” ungkapnya.

Setyo juga menegaskan kembali komitmen Perusahaan terhadap keberlanjutan investasi, penambahan cadangan migas maupun optimalisasi produksi dari lapangan-lapangan mature. 

“Proyek Pengembangan Manpatu adalah bagian dari kontribusi nyata kita terhadap ketahanan energi nasional. Di tengah tantangan lapangan-lapangan produksi yang semakin mature, kita dituntut untuk terus berinovasi, bergerak cepat, dan tetap menjaga keunggulan operasional,” tegasnya.

Proyek Pengembangan Manpatu tercatat sebagai proyek fast track. Proyek ini berawal dari penemuan (discovery) sumur Eksplorasi Manpatu-1X pada tahun 2022. Selanjutnya, tahapan Front End Engineering Design (FEED) dilaksanakan selama periode 2023 hingga 2024. 

Sebelum memasuki fase konstruksi, kemajuan proyek ini ditandai dengan seremoni First Cut of Steel pada 16 Mei 2025. Lingkup pekerjaan proyek mencakup fabrikasi dan instalasi satu anjungan baru, yaitu jacket beserta piles dengan total berat sekitar 1.380 ton, Topside dengan berat sekitar 1.000 Ton, serta modifikasi pada satu anjungan yang sudah ada (existing). 

Selain itu, proyek ini meliputi pemasangan pipa penyalur bawah laut berdiameter 14 inch sepanjang kurang lebih 2,5 km, serta pelaksanaan pekerjaan di bawah permukaan laut (subsea) dengan tingkat kompleksitas dan risiko yang tinggi. Secara keseluruhan, proyek ini akan mencakup pengeboran 11 sumur pengembangan.

Sementara itu, pada kesempatan terpisah Direktur Utama PHI Sunaryanto menekankan pentingnya Proyek Manpatu ini dalam mewujudkan komitmen PHI sebagai induk usaha dan anak-anak perusahaannya, seperti PHM, untuk terus berinvestasi dalam kegiatan eskplorasi dan eksploitasi. 

“Proyek Pengembangan Manpatu ini bukan hanya tentang menambah produksi, tetapi merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan energi dan memperkuat ketahanan energi nasional secara berkelanjutan khususnya dari wilayah Kalimantan. Keberhasilan di proyek ini membuktikan bahwa kita mampu menghadapi tantangan industri melalui kolaborasi, inovasi, dan komitmen yang kuat,” ungkap Anto, sapaan akrab Sunaryanto. 

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keselamatan kerja tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan proyek. 

lihat foto
PHM melaksanakan seremoni Load Out dan Sail Away Topside di fasilitas fabrikasi milik PT Meindo Elang Indah, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, pada 17 April 2026. Foto: HO/PHM
PHM melaksanakan seremoni Load Out dan Sail Away Topside di fasilitas fabrikasi milik PT Meindo Elang Indah, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, pada 17 April 2026. Foto: HO/PHM

“Dengan capaian lebih dari dua juta jam kerja tanpa Kehilangan Jam Kerja Karena Kecelakaan atau Lost Time Incident (LTI) hingga Maret 2026, PHI melalui anak perusahaannya PHM berkomitmen untuk menjaga standar Health, Safety, Security, and Environment atau HSSE secara konsisten hingga seluruh rangkaian proyek selesai,” tegasnya. 

Menurutnya, pencapaian kinerja unggul di aspek kesehatan dan keselamatan kerja mencerminkan kesiapan Perusahaan untuk dapat mengeksekusi proyek secara selamat, cepat, dan terintegrasi.

“Energi yang kita hasilkan hari ini adalah fondasi bagi masa depan bangsa. Melalui setiap langkah yang kita ambil, kita sedang menyalakan harapan Indonesia,” tutupnya. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar