“Personel tetap humanis, namun tegas sesuai SOP. Kami hadir untuk menjamin hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi agar berjalan aman dan tertib,” ujarnya.
Selain pengamanan darat, Brimob juga mengoptimalkan pengawasan udara guna mengantisipasi potensi gangguan. Teknologi drone dan anti-drone disiagakan untuk memastikan area aksi tetap steril dan terkendali.
Kabagops Satbrimob Polda Kaltim, AKP Nugroho Widihyanto, menyebutkan bahwa penggunaan teknologi tersebut menjadi bagian dari strategi pengamanan modern.
“Kami pastikan ruang udara aman dari potensi gangguan yang dapat memicu kericuhan, sehingga seluruh pihak, baik peserta aksi maupun masyarakat umum, tetap merasa aman,” jelasnya.

Aksi unjuk rasa yang direncanakan tersebut diketahui membawa sejumlah tuntutan, di antaranya penolakan terhadap praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), serta desakan audit menyeluruh terhadap Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Pengamanan disiapkan secara maksimal, aparat berharap penyampaian aspirasi dapat berlangsung damai, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat di Kota Samarinda. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar