BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Upaya mendorong transisi energi bersih kini tidak hanya dilakukan melalui proyek besar, tetapi juga melalui perubahan kebiasaan sehari-hari.
Hal ini tercermin dari implementasi program Clean Energy Day oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) yang mulai dijalankan secara konsisten sejak April 2026.
Program ini menjadi bagian dari gerakan nasional PLN dalam membangun budaya kerja ramah lingkungan, dengan mengajak seluruh pegawai beralih ke moda transportasi rendah emisi, khususnya setiap hari Jumat.
Inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan perusahaan bertajuk No Fuel Vehicle Parking, yang secara bertahap membatasi penggunaan kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) di lingkungan kantor.
General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, menjelaskan bahwa Clean Energy Day bukan sekadar program seremonial, melainkan langkah konkret dalam membentuk kebiasaan baru yang berdampak jangka panjang terhadap lingkungan.
“Perubahan menuju energi bersih harus dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama. Kami ingin menjadikan ini sebagai budaya kerja yang melekat di seluruh insan PLN,” ujarnya.
Di wilayah Kaltim dan Kaltara, implementasi program ini terlihat dari meningkatnya partisipasi pegawai yang memilih berjalan kaki, bersepeda, menggunakan kendaraan listrik, atau memanfaatkan transportasi umum saat berangkat ke kantor.
Selain membantu mengurangi emisi karbon, kebiasaan ini juga dinilai memberikan manfaat kesehatan bagi para pegawai.
Untuk memastikan program berjalan optimal, PLN memanfaatkan sistem digital internal melalui aplikasi PLN Click.
Melalui platform tersebut, setiap pegawai dapat mencatat aktivitas ramah lingkungan mereka, sekaligus memantau kontribusi pengurangan emisi secara real-time.
Data menunjukkan bahwa peralihan ke transportasi nol emisi untuk jarak pendek mampu menekan emisi hingga sekitar 1,485 kilogram CO2 per individu.
Salah satu pegawai PLN di UP3 Bontang, Ivan Prayoga, mengaku merasakan langsung manfaat dari program ini. Menurutnya, kebiasaan berjalan kaki atau bersepeda tidak hanya meningkatkan kebugaran, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga karena turut berkontribusi dalam gerakan nasional pengurangan emisi.
“Setiap Jumat kami mencoba konsisten menggunakan transportasi ramah lingkungan. Selain sehat, kami merasa ikut ambil bagian dalam menjaga lingkungan,” katanya.
Secara nasional, pelaksanaan perdana Clean Energy Day pada 10 April 2026 mencatat hasil signifikan. PLN berhasil menurunkan emisi karbon hingga 28,6 ribu kilogram CO2 dalam satu hari, sekaligus menghemat konsumsi BBM sekitar 12.400 liter.
Efisiensi tersebut setara dengan penghematan biaya energi mencapai lebih dari Rp150 juta.
Capaian ini memperkuat posisi PLN sebagai salah satu motor penggerak transisi energi di Indonesia. Tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur kelistrikan berbasis energi baru terbarukan, tetapi juga melalui penguatan budaya internal yang berorientasi pada keberlanjutan.
Melalui program Clean Energy Day, PLN UID Kaltimra menegaskan komitmennya untuk terus mendorong gaya hidup ramah lingkungan di kalangan pegawai, sekaligus menginspirasi masyarakat luas agar turut berpartisipasi dalam menjaga bumi.
Langkah sederhana yang dilakukan secara kolektif ini diyakini mampu memberikan dampak besar dalam menekan emisi karbon dan menciptakan masa depan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar