Berita Nasional

Indonesia dan Austria Perkuat Kemitraan Pendidikan Tinggi, Fokus Energi dan Industri

lihat foto
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto (kanan) bersama Kuasa Usaha ad Interim Austria untuk Indonesia, Michael Wislocki (kiri) membahas penguatan kerja sama di bidang pendidikan tinggi dan riset dalam pertemuan d
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto (kanan) bersama Kuasa Usaha ad Interim Austria untuk Indonesia, Michael Wislocki (kiri) membahas penguatan kerja sama di bidang pendidikan tinggi dan riset dalam pertemuan di Jakarta, Kamis (16/4/2026). FOTO : ANTARA/HO-Kemdiktisaintek.

BorneoFlash.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Kedutaan Besar Austria membuka peluang penguatan kolaborasi di bidang riset dan pendidikan tinggi.

Kedua pihak membahas penguatan program kolaborasi yang sudah mereka jalankan, termasuk pertukaran mahasiswa dan dosen, program beasiswa, serta kerja sama antarkampus (University-to-University/U2U) pada Kamis (16/4/2026).

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menekankan peran penting perguruan tinggi dalam mendukung agenda prioritas nasional, khususnya untuk mendorong hilirisasi, industrialisasi, dan sektor strategis seperti energi berkelanjutan.

“Kami menjalankan program prioritas berdasarkan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Kami mengimplementasikan program ini di kampus, tidak hanya untuk pengembangan sains, tetapi juga agar riset kampus memberi dampak nyata bagi industri,” kata Brian di Jakarta, Sabtu.

Brian menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kemitraan global guna meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan riset nasional. Ia juga memastikan kolaborasi internasional memberi kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi berbasis inovasi di Indonesia.

Sementara itu, Kuasa Usaha ad Interim Austria untuk Indonesia, Michael Wislocki, mengapresiasi kemitraan yang telah terjalin dan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kerja sama, termasuk melalui pengembangan jejaring akademik dan peningkatan mobilitas mahasiswa.

“Kerja sama pendidikan tinggi dengan Indonesia telah berjalan sejak 1991. Kami sangat menghargai dan puas dengan kemitraan ini, serta ingin melangkah lebih jauh bersama Indonesia,” ujar Michael Wislocki.

Kedua pihak juga menjajaki pengembangan kerja sama yang lebih konkret melalui proyek bersama di bidang transisi energi, termasuk pengembangan teknologi baterai, semikonduktor, serta sistem konversi energi.

Selain itu, mereka membahas peningkatan kualitas pendidikan vokasi dan pengembangan riset yang langsung menjawab kebutuhan industri.

Kolaborasi ini akan melibatkan perguruan tinggi, industri, dan pemerintah secara terpadu dalam kerangka kerja yang berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak mengeksplorasi skema program kolaborasi yang lebih terintegrasi, termasuk pengembangan proyek bersama berskala besar yang menggabungkan aspek pendidikan, riset, dan pembiayaan antarpemerintah. (*

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar