BorneoFlash.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) membuka peluang kerja sama dengan institusi pendidikan global untuk memperkuat pengembangan talenta, riset, dan inovasi nasional.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, menyampaikan hal ini dalam 5th Education Investment Forum (EIF) 2026 di Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Fauzan menegaskan kerja sama internasional harus mendorong kemitraan strategis yang berdampak pada pembangunan jangka panjang di sektor ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Pemerintah terus memperluas kemitraan global untuk mentransformasi sistem pembelajaran dan memperkuat ekosistem riset nasional.
Ia menilai keberhasilan kolaborasi bergantung pada pemahaman kesenjangan agar kerja sama berjalan efektif, berkelanjutan, dan saling menguntungkan.
Kemdiktisaintek membuka skema kerja sama adaptif, termasuk kolaborasi riset dan program bersama yang selaras dengan prioritas nasional.
“Kemitraan terarah dan berkelanjutan akan memperkuat kontribusi riset dan pendidikan bagi pembangunan nasional,” ujar Fauzan.
Forum EIF 2026 menghadirkan perwakilan pemerintah dan institusi global untuk berbagi pengalaman serta memperkuat kolaborasi di Indonesia. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar