BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Viral di media sosial, video kericuhan antara seorang warga dan anggota kepolisian di Kantor Polresta Balikpapan memicu sorotan luas publik.
Menanggapi polemik tersebut, Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan internal secara menyeluruh untuk mengungkap fakta sebenarnya.
Peristiwa yang terjadi pada Rabu (15/4/2026) itu melibatkan seorang warga bernama Yosep B. Martua. Ia datang ke kantor polisi untuk menanyakan perkembangan kasus dugaan penipuan yang telah berjalan selama tiga tahun dan berujung pada penghentian penyidikan (SP3).
Namun, situasi memanas saat terjadi perdebatan terkait perekaman menggunakan telepon genggam. Dalam video yang beredar, terlihat adu dorong antara Yosep dan seorang perwira polisi yang diketahui berinisial Ipda F, yang menjabat sebagai Kanit Harda.
Kapolda Kaltim menilai, potongan video yang beredar tidak menggambarkan keseluruhan kejadian, yang disampaikan di media hanya sebagian kecil dari rangkaian peristiwa yang sebenarnya terjadi.
"Kami sudah melakukan pemeriksaan internal secara menyeluruh, baik terkait proses hukum maupun kejadian kemarin,” ujar, pada Jumat (17/4/2026).
Lebih lanjut, ia mengungkap adanya indikasi bahwa kedatangan Yosep ke kantor polisi tidak semata-mata untuk mencari informasi perkara.
“Hasil dari analisa kami, yang bersangkutan datang bukan hanya untuk menanyakan perkembangan perkara, tetapi ada indikasi tujuan lain, termasuk untuk mendiskreditkan kepolisian,” katanya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar