DPRD Kutai Kartanegara

MBG di Sekolah Butuh Peran Aktif Semua Pihak, DPRD Kukar Dorong Pengawasan Tak Hanya dari Pemerintah

zoom-inlihat foto
Wakil Ketua I DPRD Kukar, Abdul Rasid. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana 
Wakil Ketua I DPRD Kukar, Abdul Rasid. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana 

BorneoFlash.com, KUKAR - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah Kutai Kartanegara (Kukar) dinilai tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah semata. 

Keterlibatan berbagai pihak, mulai dari sekolah hingga masyarakat, menjadi faktor penting agar program ini benar-benar berjalan optimal.

Wakil Ketua I DPRD Kukar, Abdul Rasid, menekankan bahwa keberhasilan program MBG sangat ditentukan oleh sinergi di lapangan, bukan hanya dari sisi kebijakan.

“Program ini tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada peran aktif dari semua pihak, termasuk sekolah dan masyarakat,” ungkap Rasid, pada Senin (13/4/2026). 

Ia melihat, keterlibatan langsung dari lingkungan sekitar sekolah dapat membantu memastikan program berjalan sesuai tujuan, terutama dalam menjaga kualitas makanan yang diterima siswa.

“Kalau semua ikut peduli, pengawasan itu akan berjalan dengan sendirinya. Jadi tidak hanya bergantung pada pemerintah,” tegasnya.

Menurut Rasid, perhatian terhadap kualitas menu dan proses distribusi menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Ia menilai, aspek tersebut justru menjadi penentu utama apakah program benar-benar bermanfaat bagi peserta didik.


“Yang penting bukan hanya tersalurkan, tapi bagaimana kualitasnya tetap terjaga dan layak dikonsumsi anak-anak,” ujarnya. 

Selain itu, ia menyoroti pentingnya pemahaman masyarakat terhadap tujuan program MBG. Tanpa pemahaman yang cukup, partisipasi dalam pengawasan dinilai tidak akan berjalan maksimal.

“Kalau masyarakat paham tujuannya, mereka pasti ikut menjaga. Ini yang harus terus didorong,” paparnya. 

Rasid juga menilai kegiatan sosialisasi memiliki peran penting dalam membangun kesadaran tersebut. Dengan keterlibatan orang tua dan pihak sekolah, informasi terkait program bisa tersampaikan secara lebih luas.

“Sosialisasi itu penting supaya semua tahu perannya masing-masing, bukan hanya sebagai penerima manfaat, tapi juga sebagai pengawas,” jelasnya.

Ia berharap, dengan keterlibatan aktif berbagai pihak, program MBG tidak hanya berjalan sebagai rutinitas, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap kesehatan dan perkembangan siswa.

“Ini bukan sekadar program makan, tapi bagian dari upaya membangun generasi yang lebih sehat dan siap bersaing,” pungkasnya. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar