Gedung utama dirancang sebagai pusat aktivitas dengan enam lantai utama, dilengkapi satu lantai atap (dak) serta tiga lantai bawah tanah.
Fasilitas tersebut akan mencakup berbagai ruang operasional, mulai dari ruang kantor, ruang rapat, hingga sarana pendukung lainnya untuk menunjang kinerja kepolisian di IKN.
Desain kawasan juga mengusung konsep terintegrasi dengan menghadirkan jalur pedestrian, ruang terbuka, serta amfiteater yang difungsikan sekaligus sebagai tribun sarana olahraga.
Dalam peninjauan tersebut, Basuki menegaskan bahwa seluruh proses pembangunan Polresta IKN harus berada dalam satu komando di bawah Otorita IKN guna memastikan keselarasan perencanaan dan pelaksanaan.
“Saya sampaikan bahwa semua instruksi pembangunan harus satu perintah, satu komando, yaitu dari Otorita IKN. Setiap perencanaan harus dicek, ditelusuri, dan jika perlu dihitung secara matang,” tegasnya.
Melalui perencanaan yang komprehensif dan pelaksanaan yang terukur, Otorita IKN memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan secara terarah, terintegrasi, dan selaras dengan rencana besar pengembangan ibu kota negara baru.
Kehadiran Polresta IKN diharapkan menjadi bagian penting dalam mendukung terciptanya kawasan pemerintahan yang aman, modern, dan berkelanjutan di Nusantara. (*/Humas Otorita IKN)

Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar