BorneoFlash.com, SAMARINDA - Kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) segera diterapkan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.
Meski demikian, penerapan sistem kerja ini tidak dimaksudkan untuk mengurangi kewajiban maupun tanggung jawab para Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menjalankan tugasnya.
Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari upaya efisiensi penggunaan energi, baik listrik maupun bahan bakar minyak (BBM). Rencananya, skema WFH akan diberlakukan secara rutin setiap hari Jumat di lingkungan Pemkot Samarinda.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa pegawai yang bekerja dari rumah tetap berada dalam pengawasan ketat. Pengawasan dilakukan melalui sistem absensi, laporan kinerja harian, serta kewajiban untuk selalu siap dihubungi kapan saja.
“Perangkat komunikasi wajib dalam kondisi aktif. Apabila hingga tiga kali panggilan tidak direspons, hal tersebut akan dikategorikan sebagai pelanggaran disiplin,” ujarnya, pada Sabtu (11/4/2026).
Ia juga menambahkan, ASN yang menjalankan WFH tetap harus mematuhi ketentuan berpakaian dinas. Selama kebijakan ini berlangsung, pegawai diwajibkan mengenakan batik nasional meskipun bekerja dari rumah.
“Setiap bentuk pelanggaran terhadap ketentuan yang menyertai pelaksanaan WFH akan dinilai sebagai pelanggaran disiplin pegawai,” tegasnya.
Saat ini, Pemkot Samarinda masih menyusun daftar organisasi perangkat daerah (OPD) yang akan menerapkan sistem tersebut.
Namun, OPD yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik menjadi perhatian utama agar aktivitas pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
Untuk memastikan efektivitas kebijakan, pemerintah kota juga tengah menyiapkan sistem pemantauan berbasis digital.
Sistem ini akan digunakan untuk mengawasi pelaksanaan WFH sekaligus mengevaluasi dampaknya, termasuk potensi penghematan energi yang dihasilkan.
Di sisi lain, Andi Harun menekankan bahwa kebijakan ini bukan sekadar tindak lanjut administratif dari arahan pemerintah pusat. Ia menyebut, penerapan WFH di Samarinda diarahkan agar memberikan manfaat nyata terhadap efisiensi energi.
“Penerapan WFH diarahkan untuk menekan penggunaan BBM, mengurangi konsumsi listrik, serta menurunkan emisi,” pungkasnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar