BorneoFlash.com, JAKARTA - Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono menegaskan TNI AU siap menyiapkan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) untuk mengoperasikan pesawat tempur baru.
Ia menyampaikan hal itu saat menanggapi rencana Kementerian Pertahanan membeli KF-21 Boramae dari Korea Selatan dan KAAN dari Turki. “Apa pun jenis pesawatnya, kami siapkan infrastruktur dan SDM,” ujarnya di Mabes AU, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis.
Tonny menegaskan Kemhan berwenang mengadakan alutsista, sementara TNI AU menjalankan peran sebagai pengguna sesuai perintah Panglima TNI.
Ia menjelaskan TNI AU tidak hanya mengoperasikan alutsista, tetapi juga memastikan pilot memiliki kemampuan teknis tinggi melalui pelatihan ketat sejak pendidikan calon penerbang.
Selain mencetak penerbang internal, TNI AU membuka peluang bagi penerbang sipil melalui program prajurit sukarela dinas pendek (PSDP) serta jalur Akademi Angkatan Udara.
“Kesempatan terbuka bagi penerbang sipil. Kami merekrut mereka melalui PSDP dan memperkuat pembinaan, termasuk lewat Akademi Angkatan Udara,” kata Tonny.
Ia berharap kesiapan tersebut membuat alutsista baru beroperasi optimal.
Sementara itu, Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyebut rencana pembelian KF-21 masih dalam tahap penjajakan tanpa keputusan final terkait jumlah dan skema.
Ia menambahkan pemerintah telah menandatangani kontrak awal KAAN dalam jumlah terbatas dan kini melanjutkan proses melalui mekanisme pinjaman luar negeri bersama Kementerian Keuangan.
Langkah ini menandai dimulainya pengadaan pesawat tempur produksi Turkish Aerospace Industries. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar