BorneoFlash.com, JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengusulkan tambahan anggaran 2026 sebesar Rp24,8 triliun untuk memperkuat kesetaraan pendidikan keagamaan.
Ia menegaskan usulan ini bertujuan menghapus kesenjangan antara madrasah dan sekolah umum. “Kami ingin memastikan semua anak mendapat pendidikan setara,” ujarnya di Jakarta, Minggu.
Kementerian Agama mengalokasikan anggaran untuk revitalisasi pendidikan Rp13,7 triliun, digitalisasi pembelajaran Rp10,9 triliun, bantuan buku tulis Rp159 miliar, serta program Sekolah Unggul Garuda Transformasi Rp22,9 miliar.
Pemerintah memprioritaskan perbaikan sarana dan prasarana di 7.131 lembaga, meliputi 6.973 madrasah, 128 sekolah Kristen, 13 sekolah Katolik, 9 sekolah Hindu, dan 8 sekolah Buddha.
Menag menyoroti banyaknya bangunan madrasah yang masih perlu perbaikan. Ia menilai kondisi tersebut mencerminkan keberpihakan negara terhadap pendidikan keagamaan.
Ia juga menyoroti rendahnya cakupan program Makan Bergizi Gratis di madrasah dan pesantren yang baru mencapai 10 - 12 persen, tertinggal dari sekolah umum yang pemerintah targetkan mencapai 80 persen.
Menurutnya, santri dan siswa madrasah sangat membutuhkan program itu. Ia menilai pesantren siap menjalankannya karena terbiasa dengan dapur mandiri dan makan bersama.
Menag berharap pemerintah menyetujui tambahan anggaran ini untuk mempercepat peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan keagamaan yang unggul dan inklusif. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar