Pemerintah Kota Balikpapan

Gunung Binjai Disiapkan Jadi Ikon Ketahanan Pangan Balikpapan

lihat foto
Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo. Foto: BorneoFlash/Ardian
Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo. Foto: BorneoFlash/Ardian

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Kawasan persawahan Gunung Binjai Kelurahan Teritip Kecamatan Balikpapan Timur, kini bertransformasi dari lahan terbatas akses menjadi sentra pertanian yang produktif, bahkan berpotensi menjadi destinasi wisata baru.

Program ketahanan pangan menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto dan kini mulai menunjukkan dampak nyata di daerah.

Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo, mengungkapkan bahwa perbaikan infrastruktur menjadi kunci utama kebangkitan kawasan tersebut. 

Melalui intervensi anggaran perubahan tahun sebelumnya, pemerintah berhasil membuka akses jalan menuju area persawahan, sekaligus melakukan rehabilitasi lahan, pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT), serta jaringan irigasi.

“Alhamdulillah, sekarang akses jalan sudah baik. Petani lebih mudah menjangkau lahan, dan sawah yang sebelumnya terbengkalai mulai kembali produktif,” ujarnya, saat dikonfirmasi pada Sabtu (4/4/2026).

Saat ini, sekitar 40 hektare lahan telah ditanami padi. Hamparan sawah hijau yang terbentang menjadi bukti perubahan signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya yang sulit diakses dan kurang terkelola.

Tak hanya difokuskan pada produksi pangan, kawasan ini juga dilirik sebagai potensi wisata berbasis pertanian. Dengan lanskap sawah yang asri dan akses yang semakin baik, Gunung Binjai dinilai bisa dikembangkan seperti konsep agrowisata Kopi Klotok yang menggabungkan keindahan alam dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Ini bisa jadi destinasi wisata baru. Sawahnya sudah bagus, aksesnya juga sudah mendukung,” kata Bagus.


Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Balikpapan, yang telah mendorong realisasi program pembangunan jalan usaha tani, rehabilitasi sawah, dan jaringan irigasi. 

Menurutnya, perubahan yang terjadi saat ini merupakan hasil dari perencanaan yang terarah, sejak kunjungan lapangan yang dilakukan sebelumnya.

Namun demikian, pengembangan kawasan ini masih membutuhkan keberlanjutan program. Pemerintah menargetkan total lahan produktif dapat mencapai 96 hektare. Saat ini, masih terdapat sekitar 58 hektare lahan eksisting yang belum tergarap dan sebagian masih berupa kawasan hutan.

Lahan tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk direhabilitasi menjadi sawah produktif, meski memerlukan dukungan anggaran serta perencanaan teknis yang matang.

“Masih ada 58 hektare lagi yang bisa dikembangkan. Tapi memang perlu rehabilitasi terlebih dahulu agar bisa difungsikan kembali sebagai sawah,” jelasnya.

Untuk itu, pemerintah mendorong agar program pencetakan sawah baru dan pembangunan jaringan irigasi dapat dirancang secara komprehensif oleh Bappeda bersama Dinas Pekerjaan Umum Bidang Sumber Daya Air (PU SDA).

Bagus juga menekankan pentingnya keberlanjutan program ini agar masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027, sehingga pengembangan kawasan tidak terhenti di tengah jalan.

Dukungan infrastruktur yang semakin baik, perencanaan yang matang, serta sinergi antarinstansi, kawasan Gunung Binjai diharapkan tidak hanya menjadi penopang ketahanan pangan, tetapi juga tumbuh sebagai pusat ekonomi baru berbasis pertanian dan pariwisata di Balikpapan. Mengingat, Balikpapan saat ini sebagai pintu gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN). (*/Adv Diskominfo Balikpapan)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar