BorneoFlash.com, JAKARTA - Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) M. Kholid Syeirazi menegaskan pemerintah bersama Pertamina terus menjaga ketersediaan BBM nasional. Ia meminta masyarakat tetap tenang, tidak panik, dan beraktivitas seperti biasa.
Kholid menyebut kondisi ini terjadi secara global, namun situasi Indonesia masih lebih baik dibanding banyak negara lain. Ia mencontohkan kenaikan harga BBM di Vietnam, Thailand, dan Laos yang melonjak signifikan.
Ia memastikan stok BBM nasional berada di atas 20 hari dan melampaui batas minimal BPH Migas. Menurutnya, sikap bijak masyarakat dalam mengonsumsi energi membantu pemerintah dan Pertamina menjaga pasokan di tengah keterbatasan global.
Kholid menegaskan pemerintah dan Pertamina membutuhkan dukungan masyarakat. Ia juga mengingatkan konflik Iran, Amerika Serikat, dan Israel menekan pasokan energi global.
Selain itu, ia menjelaskan pemerintah menyesuaikan harga BBM untuk menjaga fiskal negara. Setiap kenaikan harga minyak 1 dolar AS per barel berpotensi menambah beban subsidi dan kompensasi hingga Rp10,3 triliun. Harga minyak yang menembus di atas 100 dolar AS per barel semakin menekan kapasitas fiskal.
Sementara itu, Anggota Komisi XII DPR RI Sartono Hutomo mengapresiasi langkah Pertamina menjaga stok BBM. Ia meminta penyampaian informasi yang jelas agar masyarakat tetap tenang.
Ia juga mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi isu yang belum terverifikasi dan tidak menimbun BBM karena tindakan tersebut dapat mengganggu distribusi. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar