Pemkab Kutai Kartanegara

Keterbatasan Akses Jadi Faktor Utama, Disdikbud Kukar Pertahankan Sekolah Tatap Muka 2026

lihat foto
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana

BorneoFlash.com, KUKAR - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan sistem pembelajaran tatap muka tetap menjadi skema utama pada tahun ajaran 2026.

Keputusan ini didasarkan pada evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan infrastruktur dan capaian pembelajaran selama penerapan sistem daring sebelumnya.

Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, mengungkapkan bahwa hasil evaluasi menunjukkan masih adanya ketimpangan akses di kalangan siswa, terutama terkait jaringan internet dan kepemilikan perangkat.

“Dari pengalaman sebelumnya, masih banyak siswa yang belum bisa mengikuti pembelajaran daring secara optimal. Ini jadi catatan penting bagi kami,” ungkapnya, pada Jum'at (27/3/2026).

Selain faktor teknis, Disdikbud juga menyoroti capaian pembelajaran siswa selama sistem daring diterapkan. Dalam sejumlah kasus, pemahaman materi dinilai tidak merata, terutama pada siswa di wilayah dengan keterbatasan akses.

Heriansyah menyebut, interaksi langsung antara guru dan siswa masih menjadi komponen penting dalam menjaga kualitas pembelajaran. Tanpa itu, proses evaluasi dan pendampingan dinilai tidak berjalan maksimal.

“Tatap muka masih memberikan kontrol yang lebih jelas, baik dari sisi disiplin maupun pemahaman materi,” ujarnya.


Di sisi lain, peran keluarga dalam pembelajaran daring juga menjadi variabel yang memengaruhi hasil belajar siswa. Tidak semua orang tua dapat terlibat aktif karena keterbatasan waktu maupun kemampuan.

Kondisi tersebut diperkuat oleh fakta bahwa tidak seluruh wilayah di Kukar memiliki akses internet yang stabil. Perbedaan ini dinilai berpotensi memperlebar kesenjangan hasil belajar antar siswa.

“Kalau dipaksakan, justru bisa menimbulkan ketimpangan. Itu yang kami hindari,” tegasnya.

Sebagai perbandingan, ia menyebut sejumlah daerah lain dengan dukungan infrastruktur yang lebih memadai mulai mengarah pada sistem pembelajaran digital. Namun, pendekatan tersebut dinilai belum sepenuhnya relevan untuk diterapkan di Kukar.

Berdasarkan berbagai indikator tersebut, Disdikbud Kukar memutuskan untuk tetap mengedepankan pembelajaran tatap muka sebagai sistem utama.

Meski demikian, pemanfaatan teknologi akan tetap dikembangkan sebagai bagian dari strategi pembelajaran pendukung.

“Kami tetap mengikuti perkembangan, tapi penerapannya harus disesuaikan dengan kondisi daerah,” tutupnya. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar